Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku
Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Kisahku Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku bermula ketika umurku masih 17 tahun, dimana aku masih duduk dibangku sekolah SMA, perkenalkan aku Edo aku keturunan Indo dan teman-temanku bilang aku orangnya ganteng. Tinggi badan 180cm, tidak begitu tinggi di bandingkan dengan papaku yang 185cm

Aku dilahirkan di Canada, tapi sewaktu umur 11 thn, papaku di tugaskan ke Medan. Jadi aku juga ikut, dan sekolah di sana. Mulanya aku tinggal di Medan, terasa asing juga. Tapi lama-kelamaan aku juga bisa terbiasa. Jujur aja, pemikiranku lebih condong kepada pemkiran-pemikiran Timur, mungkin karena didikan dari mamaku yang terlalu keras. Biarpun di negara barat sudah biasa terjadi hubungan sex remaja, namun aku belum pernah sekalipun melakukannya dengan pacarku, well at least pada saat itu.

Hari ini dimulai liburan natal. Papa tidak pulang ke Canada seperti biasanya, kata Papa kerjaanya baru banyak. Mamaku bilang ke aku kalau merasa bosan di sini sebaiknya aku pergi ke Jakarta, sekalian menjenguk nenek. Katanya aku juga bisa mencari tante Rida kalau ada waktu.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Tante Rida ini teman baik Mamaku. Sama seperti Mamaku, Tante Rida dulu juga kuliah di Canada, dan pernah tinggal cukup lama di sana. aku sudah lama tidak pernah bertemu dengan tante Rida, tapi seingatku tante Rida itu orangnya cantik sekali. Usianya Tante Rida sekarang mungkin sekitar 32 thn, tante Rida lebih muda dari Mama. Waktu di Canada tante Rida sering menginap di rumah kami, dan bermain-main denganku. Akhirnya aku iyakan tawaran Mama untuk pergi ke Jakarta.

Singkat cerita, Hari kedua di Jakarta, aku minta di antar sopir ke rumah tante Rida. Rumahnya di derah jakarta selatan. Sebelumnya Mama sudah menelpon dan memberitahu tante Rida kalau aku akan datang pada hari itu. Dan akhirnya aku sampai di rumah tante Rida,

“Heiii wah sudah besar kamu sekarang ya Edo.. sudah nggak tanda lagi tante sama kamu sekarang.. hehehehe” seingatku kira-kira begitulah katanya sewaktu pertama kali melihatku setelah beberapa tahun tidak berjumpa. Wajah tante Rida masih sama seperti dulu, tetap cantik, seakan tante Rida tidak bertambah tua sedikitpun.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Oh yah tuh supirnya disuruh pulang saja Edo ntar kamu bawa saja mobil Tante kalau mau pulang”, aku pun mengiyakan, dan menyuruh pulang supirnya.

“Wah besar sekali rumahnya yah Tante”, kataku sewaktu kami memasuki ruang tamu.

Aku dengar dari Mama sih, katanya suaminya Tante Rida ini anak salah seorang konglomerat Jakarta, jadi nggak heran kalau rumahnya semewah ini. Setelah itu kami ngobrol-ngobrol, dia menanyakan keadaan Mama, Papa dan kakek.

Tante Rida juga sudah lama tidak bertemu dengan Mama. Lumayan lama kami ngobrol, setelah itu dia mengajakku untuk makan malam.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Makan dulu yuk Edo… tuh sudah disiapin makanannya sama si Ning”, katanya menunjuk ke pembantunya yang sedang menghidangkan makanan di meja makan.

“Kita nggak nunggu Om Joe?” aku menanyakan suaminya.

“Oh… nggak usah, Om mu nggak pulang malam ini katanya”,

“Oh… ok deh”, kataku sambil beranjak ke ruang makan. Rumah sebesar ini cuma dihuni sendirian dengan pembantunya. Berani juga Tanteku ini.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Kamu berani pulang entar Edo? sudah malem loh ini”, katanya sambil melirik ke jam dinding yang sudah menunjukkan jam 7 lewat 30 menit.

“Ah berani kok Tante…”

“Hmm… mending kamu tidur di sini saja deh malem ini… tuh ada kamar kosong di atas.”

“Umm… iyah deh… ntar aku telepon ke Kakek kalau gitu”, dalam hati, aku mengira bahwa tante Rida ini menyuruhku menginap karena dia takut sendirian di rumah, sama sekali tidak ada pikiran negatif dalam otakku sewaktu aku mengiyakan tawarannya.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Sehabis itu aku pun menelepon ke rumah kakek, dan memberitahu bahwa hari ini aku menginap di rumah Tante Rida.

“Oh iyah… kalau kamu mau mandi air panas, pakai saja kamar mandi Tante. Ntar kamu pakai saja bajunya Om Joe. Yuk sini!”

“He… eh”, aku mengangguk sambil mengikutinya.

Kamar mandi yang dimaksud terletak di dalam kamarnya. Kamarnya benar-benar mewah dan besar. Dengan tempat tidur ukuran double di tengah-tengah ruangan, mini theatre set, dan sebuah kamar mandi di sudut ruangan

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Nih… coba… bisa pakai nggak kamu?” dia memberikan T-shirt dan celana pendek kepadaku.

“Bisa kayaknya”, aku pun mengambil pakaian itu dan membawanya ke kamar mandi.

Sehabis dari kamar mandi, aku sempat sedikit kaget melihat Tante Rida.

Dia mengenakan baju tidur tipis, tidur tengkurap di atas tempat tidur. Kelihatan dengan jelas celana dalamnya, tapi aku tidak melihat tali BH di punggungnya. Terangsang juga aku melihat pemandangan seperti itu. Kelihatannya ia tertidur saat menonton TV.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

TV-nya masih menyala. aku berjalan ke arah TV, bermaksud mematikannya. Melihat adegan panas yang sedang berlangsung di TV, mendadak aku terdiam pas di depan TV. Kulihat ke belakang, Tante Rida masih tidur.

Aku berdiri menonton dulu, sekedar iseng. 5 menit lagi ah baru kumatikan, begitu pikiranku saat itu.

“Hey…” saat aku sedang asyik menonton, tiba-tiba terdengar teguran halus Tante Rida, diikuti oleh tawa tertahannya.

Aku benar-benar malu sekali waktu itu. aku berbalik ke belakang sambil tersenyum malu-malu. Waktu aku berbalik, kulihat Tante Rida sudah duduk tegak di atas tempat tidur. Samar-samar terlihat puting susunya dari balik baju tidurnya yang tipis.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Kirain Tante sudah tidur… hehe”, kataku asal-asalan sambil berjalan hendak keluar dari kamar.

“Edo… bisa tolong pijitin badan Tante? Pegel nih semua”, terdengar suara helaan nafas panjang, dan suara kain jatuh ke lantai.

Saat aku berbalik hendak menjawab, kulihat Tante Rida sudah kembali tidur tengkurap di tempat tidur, tapi kali ini tanpa baju tidur, satu-satunya yang masih dikenakannya adalah celana dalamnya.

“Ya…” hanya itu saja yang bisa keluar dari mulutku. aku pun berjalan ke arah Tante Rida. Sedikit canggung, kuletakkan tanganku di atas bahunya.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Engghh…” terdengar dia mengerang perlahan.

“Om Joe kapan pulangnya Tante?” kuatir juga aku ketahuan oleh suaminya.

“Emm… mungkin minggu depan… nggak tau deh… kalau Om mu sih… jarang di rumah. Mungkin seminggu pulang sekali”, dalam hatiku merasa kasihan juga kepada Tante Rida. Pantas saja dia merasa kesepian.

“Fhhuuuhh…” kembali terdengar helaan nafas panjang.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Kamu sudah punya pacar Edo?” tanyanya memecah keheningan.

“Yah… di Medan.”

“Hehehe… cantik nggak Edo?” Tante Rida memang dari dulu senang bercanda.

Sangat berbeda dengan ibuku yang kadang bersikap agak tertutup, Tante Rida adalah penganut kebebasan Barat.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Aku hanya tersenyum saja menjawab pertanyaannya.

“Turun dikit Edo!” aku pun menurunkan pijatanku dari bahu ke punggungnya.

“Kamu duduk saja di atas pantat Tante… supaya bisa lebih kuat pijitannya.”

Aku yang semula mengambil posisi duduk di sampingnya, sekarang duduk di atas pantatnya.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Unghh… berat kamu”, mendengus tertahan dia waktu kududuk di atasnya.

“Hehehe… tapi katanya suruh duduk di sini”, cuek saja aku melanjutkan pijatanku.

Kontolku sudah terasa menegang sekali, sesekali kutekan kuat-kuat kontolku ke pantat Tante Rida. Walaupun aku masih memakai celana lengkap, namun sudah terasa nikmat dan hangat sewaktu kontolku kutekan ke pantatnya.

“Iiihh… nakal ya… bilangin Mama kamu lho”, katanya sewaktu merasakan kontolku menekan-nekan pantatnya.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Sudah belom Tante? sudah cape nih”, kataku setelah beberapa menit memijat punggungnya.

“Iyah… kamu berdiri dulu deh… Tante mau balik”, aku berdiri, dan Tante Rida sekarang berbalik posisi.

Sekarang aku bisa melihat wajahnya yang cantik dengan jelas, toketnya yang masih kencang itu berdiri tegak di hadapanku.

Puting susunya yang merah kecoklatan terlihat begitu menantang. aku sampai terbengong beberapa detik dibuatnya.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Hey… pijit bagian depan dong sekarang”, katanya.

aku duduk di atas pahanya, kuremas dengan lembut kedua toketnya.

Lalu kupuntir-puntir puting susunya dengan jari-jariku.

“Ihh… geli… hihihihi…” dia cekikikan. aku benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan nafsuku lagi.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Sekarang ini yang ada dalam otakku hanyalah bagaimana memuaskan Tante Rida, memberinya kepuasan yang selama ini jarang ia dapatkan dari suaminya.

Rasa kasihan akan Tante Rida yang telah lama merindukan kehangatan laki-laki bercampur dengan nafsuku sendiri yang sudah menggelora. Aku menarik celana dalamnya dengan agak kasar. Kulihat dia hanya diam saja sambil memejamkan matanya pasrah.

Kuakui inilah pertama kalinya aku melihat wanita telanjang secara nyata. Tapi agaknya aku tidak begitu canggung, sepertinya aku melakukan semuanya dengan begitu alamiah. Tante Rida membuka lebar kedua pahanya begitu celana dalamnya kulepas

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Kulihat dengan jelas memeknya dengan bulu-bulu halus yang dicukur dengan rapi membentuk segitiga di sekitarnya.

“Sudah sering beginian yah kamu Edo?” tanyanya heran juga melihat aku begitu mantap.

“Ehh… nggak kok… baru sekali Tante”, nafasku sudah memburu, kata-kata pun sudah sulit kuucapkan dengan tenang.

Kulihat nafas Tante Rida juga sudah mulai memburu, berkali-kali ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Jilatin dong Edo!” katanya memelas.

Mulanya aku ragu-ragu juga, tapi kudekatkan juga kepalaku ke memeknya. tidak ada bau tidak enak sama sekali, Tante Rida rajin menjaga kebersihan memeknya aku kira. Kujulurkan lidahku menjilati dari bawah menuju ke pusar. Beberapa menit aku bermain-main dengan memeknya.

Tante Rida hanya bisa mengerang dan menggelinjang kecil menahan nikmat. Kulihat ia meremas sendiri toketnya dan memuntir-muntir sendiri puting susunya. aku berdiri sebentar, melepaskan semua pakaianku.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Bengong dia melihat kontolku yang 18 cm itu. aku cuma tersenyum kepadanya, dan melanjutkan menjilati memeknya. Beberapa saat kemudian ia meronta dengan kuat.

“Aaahh… ohh God… aargghh…” bagaikan gila, dia menjepit kepalaku dengan pahanya, lalu menekan kepalaku supaya menempel lebih kuat lagi ke memeknya dengan dua tangannya.

aku susah bernafas dibuatnya.

“Lagi… arghh… clitorisnya Edos… ssshh… yah… yah… lagi… oooohh…” semakin menggila lagi dia.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

ketika aku mengulum clitorisnya, dan memainkannya dengan lidahku di dalam mulut.

Aku memasukkan lidahku sedalam-dalamnya ke dalam lubang memeknya. Bau cairan kewanitaan semakin keras tercium. memeknya benar-benar sudah basah. Tiba-tiba dia menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di memeknya dengan cepat dan kasar.

Lalu ia menegang, dan tenang. Saat itu juga aku merasa cairan hangat semakin banyak mengalir keluar dari memeknya. aku jilati semuanya.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Ohh… God… bener-benar hebat kamu Edo… lemas Tante… aahh… nggak kuat lagi deh untuk berdiri… shitt… sudah lama nggak begini”, dia terbujur lemas setelah 1/2 jam yang melelahkan itu.

Aku cuma tersenyum. Perlahan kutarik kedua kakinya ke tepi tempat tidur, kubuka pahanya selebar-lebarnya dan kujatuhkan kakinya ke lantai. Memeknya sekarang terbuka lebar. Nampaknya ia masih terbayang-bayang atas peristiwa tadi dan belum sadar atas apa yang kulakukan sekarang padanya. Begitu ia sadar kontolku sudah menempel di bibir memeknya.

“Ohh…” ia cuma bisa menjerit tertahan. Lalu ia pura-pura meronta tidak mau. aku juga tidak tahu bagaimana cara memasukkan kontolku ke dalam memeknya. aku sering lihat di film-film, dan mereka melakukannya dengan mudah. Tapi ini sungguh berbeda. Lubangnya sangat kecil, mana mungkin bisa masuk pikirku.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Tiba-tiba kurasakan tangan Tante Rida memegang kontolku dan membimbing kontolku ke memeknya.

“Tekan di sini Edo… pelan-pelan yah… punya kamu gede banget sih”, pelan ia membantuku memasukkan kontolku ke dalam memeknya. Belum sampai seperempat bagian yang masuk ia sudah menjerit kesakitan.

“Aahh… sakitt… oooh… pelan-pelan Edo… aduuh….” tangan kirinya masih menggenggam kontolku, menahan laju masuknya agar tidak terlalu deras.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Sementara tangan kanannya meremas-remas kain sprei, kadang memukul-mukul tempat tidur. aku merasakan kontolku diurut-urut di dalam memeknya. aku berusaha untuk memasukkan lebih dalam lagi, tapi tangan Tante Rida membuat kontolku susah untuk masuk lebih ke dalam lagi.

Aku menarik tangannya dari kontolku, lalu kupegang erat-erat pinggulnya. Kemudian kudorong kontolku masuk sedikit lagi.

“Aduhh… sakkkitt… ooohh… ssshh… lagi… lebih dalam Edos… aahh”, kembali Tante Rida mengerang dan meronta.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Aku juga merasakan kenikmatan yang luar biasa, tak sabar lagi kupegang erat pinggulnya supaya ia berhenti meronta, lalu kudorong sekuatnya kontolku ke dalam. Kembali Tante Rida menjerit dan meronta dengan buas.

Aku diam sejenak, menunggu dia supaya agak tenang.

“Goyang dong Edo”, dia sudah bisa tersenyum sekarang.

Aku menggoyang kontolku keluar masuk di dalam memeknya. Tante Rida terus membimbingku dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan goyanganku.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Lama juga kami bertahan di posisi seperti itu. Kulihat dia hanya mendesis, sambil memejamkan mata. Tiba-tiba kurasakan memeknya menjepit kontolku dengan sangat kuat. Tubuh Tante Rida mulai menggelinjang, nafasnya mulai tak karuan, dan tangannya meremas-remas toketnya sendiri.

“Ohh… ooohh… Tante sudah mau keluar nih… sshh… aahh”, goyangan pinggulnya sekarang sudah tidak beraturan.

“Kamu masih lama nggak Edo? Kita keluar bareng saja yuk…. aahh”, tak menjawab, aku mempercepat goyanganku.

“Aahh… shitt… Tante keluar Edoss… ooohh… gile”, dia menggelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Aku semakin bersemangat menggenjot. aku juga merasa bahwa aku bakal keluar tidak lama lagi.

“Aahh… sshh…” kusemprotkan saja cairanku ke dalam memeknya.

Lalu kucabut kontolku, dan terduduk di lantai.

“Kamu hebat… sudah lama Tante nggak pernah klimaks.”

“Aah… capek Tante.”

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Mandi lagi yuk… lengket-lengket nih jadinya”, ia berjalan ke kamar mandi dan aku mengikutinya.

Kami saling membersihkan tubuh di bawah siraman shower. Setelah mandi, kami tidur-tiduran tanpa busana, berciuman, sambil ngobrol macem-macem. VCD porno yang tadi sudah habis rupanya. Tante Rida menggantinya dengan VCD yang lain.

“Eh… yang ini bagus loh Edo”, lalu ia menghidupkannya. Filmnya tentang seorang gadis yang diperkosa, sedikit sadis menurutku, tapi sangat merangsang sekali.

“Tante sudah lama kepengen coba yang seperti itu Edo… kalau Om mu sih… nggak ada seninya… taunya cuman goyang, nembak, tidur… susah juga hahaha… kamu mau coba nggak?” dia tersenyum melihatku.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Hehehe… terserah…” “Ok!” lalu ia berjalan ke lemarinya.

Sewaktu ia membukanya, aku terkejut juga melihat begitu banyak Sex Stuff seperti vibrator, tali, handcuff, dan banyak lagi.

“Wah… banyak amat peralatannya Tante”, kataku bercanda.

“He eh… yah beginilah… soalnya Om kamu jarang pulang sih. Tante kan butuh seks juga. Yah… terpaksa harus bermain dengan fantasi sendiri.”

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Hehehe”, aku cuma tertawa kecil. Kulihat ia mengambil tali dari lemari.

“Nih… kerjain Tante seperti yang di film itu dong Edo!” ia melemparkan tali itu kepadaku dan berjalan ke arah tempat tidur.

Tempat tidur itu bergaya Eropa pertengahan, mempunyai pagar rendah berjeruji di sisi atas dan bawah. Ia memegang pagar berjeruji itu.

Aku mengikat tangannya di jeruji itu, ia sekarang membungkuk membelakangiku dengan tangan terikat. aku berjongkok dan mulai menjilati memeknya untuk pemanasan.

“Sssh… oouhh…” kembali kudengar erangannya. Setelah beberapa saat memeknya mulai basah.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Pakai vibrator Edo!” aku berjalan ke lemari dan mengambil vibrator yang berbentuk seperti kontol manusia itu.

Hati-hati kumasukkan vibrator itu ke dalam memeknya, lalu kugeser switch ke posisi “low”. Terdengar vibrator itu mulai berdengung halus.

“Ouuh… aahh…” kelihatannya Tante Rida sangat menikmati permainan.

Tempo permainan sangat lambat kali ini. Ia menggelinjang sedikit mengiringi dengungan halus vibrator. Sambil sebelah tanganku memegangi vibrator supaya tidak lepas dari memeknya, aku memberinya tepukan di paha, memberinya tanda agar ia membuka pahanya selebar-lebarnya.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Jilat anus Tante Edo!” kembali ia memberi komando. aku mulai menjilati pahanya yang putih dan jenjang, perlahan berpindah ke anus. Bosan menjilati anusnya, aku berdiri, memeluknya dari belakang, dan meremas toketnya dengan sebelah tanganku yang masih bebas. Beberapa saat kemudian ia orgasme.

Lalu ia menyuruhku memasukkan kontolku ke dalam lubang anusnya. aku sempat terkejut mendengarnya. Menurutku pasti akan sakit sekali kontolku dijepit oleh lubang anusnya. Tetapi Tante Rida terus-terusan meminta dengan suara yang memelas.

“Tante sudah pernah nyoba?” tanyaku ragu-ragu.

“Pernah… pakai vibrator… cobain saja deh… lebih sempit loh di sini… Tante kepingin nyoba dimasukin 2 lubang sekaligus.”

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Ok!” aku kembali membungkuk, kujilat bagian sekitar anusnya untuk melicinkannya.

Kulihat Tante Rida merintih-rintih ketika vibrator kugoyang agak cepat, tetapi ia tidak bisa banyak meronta karena tangannya masih terikat kuat ke jeruji tempat tidur. Setelah merasa jalan masuk cukup licin aku pun mengambil ancang-ancang, kugesek-gesekkan dulu kepala kontolku di sekitar anusnya.

“Yahh.. langsung saja Edo”, Tante Rida yang sudah tidak sabar, memundur-mundurkan pantatnya agar kontolku bisa segera masuk ke dalam lubang anusnya.

Kutarik vibrator yang masih saja berdengung itu dari belakang, supaya pantat Tante Rida makin menempel ke kepala kontolku.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Akibatnya vibrator itu melesak makin dalam ke memeknya Tante Rida.

“Aahh… ooohh… sshh…” semakin menggila saja dia.

Pelan kudorong kepala kontolku ke dalam lubang anusnya. Kepala kontolku terasa sedikit pedih, aku menghentikan dorongannya sejenak.

“Oooohh… yahh… terussss… deeper Edos….”

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Sssshh… oooohh…” aku hanya bisa mendesis menahan pedih yang bercampur nikmat ketika kontolku masuk kira-kira setengah bagian ke dalam lubang anusnya.

Menurutku masuk melalui lubang anus tidak begitu nikmat, karena tidak ada cairan yang melicinkannya.

Tapi kulihat Tante Rida bagaikan sedang terbang sekarang. Nikmat sekali katanya. Kukira itu karena dua lubangnya sedang terisi. Tante Rida terus saja menggoyang-goyang pinggulnya kebelakang supaya kontolku dapat masuk lebih dalam ke dalam lubang anusnya. aku tidak dapat menahan lagi goyangannya, kubenamkan sekuat tanaga kontolku ke dalam anusnya.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

Rasanya seperti kontolku sedang di massage dengan kuat di dalam. Tanpa sadar, karena menahan nikmat tanganku menggoyang-goyangkan vibrator itu dengan kencang. Tempo permainan berubah menjadi liar sekarang. Tangan Tante Rida mencengkeram jeruji tampat tidur dan menggoyangnya karena nikmat yang tak terkira.

aku mencoba menggoyang kontolku di dalam anusnya. Memang sedikit pedih karena kurangnya cairan pelicin di dalam anusnya, tapi aku tidak peduli lagi. Sesekali kugunakan tangan kiriku untuk meremas toketnya yang tergantung-gantung itu.

Beberapa saat kemudian aku merasa mau orgasme.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Aahh… oouuhh… Tante sudah mau keluar belum?” tanyaku dengan nafas memburu.
“Engggh… sssssh… iyah…” Kurasakan Tante Rida semakin menggila menggoyang pinggulnya.

Kemudian dia tubuhnya menegang, kemudian terkulai lemas. aku pun merasa maniku sudah di ujung-ujungnya. Kupercepat goyangan, kuremas toketnya dengan kasar, dan kukocok vibratornya lebih cepat lagi.

Kulihat Tante Rida menjerit-jerit, tapi ia tak bisa berbuat banyak karena tangannya terikat dengan kuat.

Tante Rida Maniak Sex Penyicip Perjakaku – Beha Ajaib.

“Arrrgghh… ooohh…” seiring dengan eranganku, kusemprotkan maniku ke dalam anusnya. Kali ini kurasakan maniku keluar banyak sekali.

Agen PokerAgen Domino99Agen Capsa SusunAgen AduQAgen BandarQAgen Bandar PokerAgen Sakong

Lalu kucabut kontolku dari dalam anusnya, dan kucabut vibrator dari memeknya. Sekilas kulihat memek dan anusnya merah sekali dan sedikit membengkak. Kubuka ikatan tangannya dan dia memeluk serta menciumiku. Lalu kami berdua tertidur di lantai.

Judi PokerJudi Domino99Judi Capsa SusunAgen AduQJudi BandarQJudi Bandar PokerJudi Sakong
Pengalaman ini tak akan pernah kulupakan. Sampai sekarang kami kadang-kadang masih melakukannya. Tante Rida benar-benar seorang seks maniak yang tak bisa puas, setiap kali berhubungan selalu ada saja cara-cara baru yang ia ajarkan. Kukira ini juga mempengaruhi tingkah laku seksualku.

Keris99 Agen Judi Bandar66 Sakong BandarPoker BandarQ AduQ CapsaSusun Domino99 Poker Terpercaya Indonesia
Keris99 Agen Judi Bandar66 Sakong BandarPoker BandarQ AduQ CapsaSusun Domino99 Poker Terpercaya Indonesia 

Beha Ajaib

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep