Pemerkosaan Brutal Rini Didesa

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa
Pemerkosaan Brutal Rini Didesa

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Cerita Pemerkosaan Brutal Rini Didesa berawal ketika Rini sedang berlibur disebuah desa, tiba tiba hujan turun dengan deras. Rini melihat sebuah teras rumah dan berteduh disana, tanpa sengaja Rini melihat sesosok pria sedang dipukuli oleh sekelompok orang, tiba tiba pintu rumah terbuka dan membentak Rini dan menyeretnya masuk. Seorang pria yang rambutnya dikuncir kebelakang berwajah garang menyeret tubuh Rini yang meronta ronta untuk dilepas.

Pria berkuncir itu segera membekap mulut gadis itu dan memiting tanganya ke belakang agar tidak berteriak lagi.

“Siapa nih!?” tanya Munarman pada pria itu.

“Dia ada di halaman samping Bos, waktu saya panggil dia lari… dia pasti udah liat semuanya” jawab pria itu.

“Ngapain lu disini hah!?” bentak Munarman.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Mmhh… saya… saya cuma lewat mau pulang ke vila, tapi hujan tambah besar jadi saya kepaksa berteduh dulu… tolong lepasin saya, bener saya ga liat apa-apa!” jawab gadis itu ketakutan, matanya yang indah mulai berkaca-kaca.

“Bohong Bos, dia pasti udah denger dan liat semuanya!” potong si rambut kuncir,

“untung tadi saya sigap”

“Gimana nih Bos sekarang?” tanya Irsyad menunggu perintah.

Munarman mengelus-elus dagunya yang berjenggot kambing itu sambil memandangi gadis itu. Usianya masih muda sekitar awal 20an, dari penampilannya sepertinya ia seorang mahasiswi. Parasnya sungguh cantik dengan rambut hitam yang lurus dan panjang, tubuhnya yang langsing dibungkus oleh kaos hitam tanpa lengan dilapisi cardigan pink untuk melindungi dari udara malam serta bawahan berupa celana pendek longgar yang menggantung sejengkal di atas lutut sehingga memperlihatkan pahanya yang jenjang dan mulus. Pakaian dan rambutnya agak basah terkena hujan, nampaknya ia memang bermaksud berteduh.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Siapa nama lu manis?” tanya Munarman mendekati dan mengelus pipi gadis itu.

“Kalau ditanya jawab hah! Siapa nama lo!?” bentaknya melihat gadis itu terdiam ketakutan.

“Saya…Rini, tolong lepaskan saya, saya gak akan bilang siapa-siapa” ibanya tanpa bisa menahan air matanya yang menetes membasahi pipi.

“Rini heh, nama yang indah, seindah rupanya hahaha!” Munarman mengangkat dagu gadis itu, menatapi wajah cantik itu sambil tertawa disambut tawa kedua anak buahnya.

Rabaan Munarman dari pipinya merambat turun ke leher, bahu, hingga akhirnya payudara kiri Rini.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Jangan… jang… eemmhphp!” jeritan Rini langsung terhambat karena si pria berkucir kembali membekap mulutnya.

“Buka mulutnya Di, biar aja dia teriak… ayo teriak, ga akan ada yang denger suara lu, daerah ini sepi dan lagi hujan!” kata Munarman sambil tangannya mulai meremasi payudara gadis itu.

“Ayo kita nikmatin dulu cewek cantik ini, sayang kan yang bening gini lepas gitu aja…

“Siap Bos… kita juga kebagian kan, capek nih dari tadi mukulin melulu hehehe!” Irsyad nampak antusias dan tersenyum mesum, demikian pula Muchdi, temannya yang rambutnya dikucir itu.

“Hehe… emang Bos dingin-dingin gini paling enak ya ngentot!” sahut Muchdi yang tangannya mulai ikut menggerayangi tubuh Rini.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Hentikan! Jangan lakukan itu!” jerit Rini sambil meronta berusaha melepaskan diri, namun tenaganya bukanlah tandingan kedua pria itu yang telah menghimpit tubuhnya.

Ia menggeleng-gelengkan kepalanya menghindari Munarman yang hendak melumat bibirnya, sementara tangan-tangan kasar mereka sudah bergerilya di tubuhnya. Dalam satu kesempatan ketika kuncian Muchdi mengendur karena sibuk menggerayangi tubuhnya, Rini berhasil menendang perut Munarman dengan lututnya sehingga pria itu terhuyung ke belakang sambil mengaduh memegangi perutnya.

Gadis itu buru-buru lari ke arah pintu, namun baru saja beberapa langkah sebuah tangan menariknya ke belakang. Irsyad yang baru saja mengencangkan ikatan Robby dan mengikat mulutnya, rupanya bertindak cukup sigap. Ia berhasil menggapai cardigan gadis itu, menariknya hingga lepas dari tubuhnya. Sesaat kemudian gadis itu sudah berada dalam dekapannya.

“Bajingan! Lepaskan saya!” jerit Rini memakinya.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Huehehe… mau kemana Rini… emmhh… uuh!” Irsyad memperkuat dekapannya sambil berusaha menciumi leher dan tenguk gadis itu.

“Plak! Aawww!” rintih Rini ketika telapak tangan Munarman yang marah mendarat di pipinya.

“Diam perek!” bentaknya.

Air mata gadis itu makin mengucur membasahi pipinya ketika tangan Munarman membetot keras kaosnya hingga robek. Mata ketiga pria bejat itu melotot melihat buah dada gadis itu yang masih terlindung di balik bra kremnya. Tubuh Rini bergetar saat Irsyad menyusupkan tangannya ke balik branya dan mulai meremas payudaranya dengan kasar, jarinya sesekali menjepit dan memelintir putingnya.

“Wuih… ini bener-bener mantep Bos, montok bener!” celoteh Irsad.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Rini semakin menangis mengiba dan menjerit ketika Munarman menarik lepas branya. Terlihat dua buah payudara Rini yang bulat dan masih kencang.

“Wow… kenceng bener tetek lo Rini! Enak tuh klo kita remes dan isep-isep. Hahahaha……”.

“Liat putingnya juga masih kecil. Nanti gw bikin keras dan mancung biar lebih seksi” celoteh Munarman.

“Jangan nangis sayang, kita kan mau bersenang-senang. Hahaha….!” kata Munarman sambil meremas payudaranya,

“yang gini nih yang gua suka, bener-bener seger!”

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Ayo Rini, abang bisa kok bikin Non Rini kejang-kejang keenakan huehehehe!” Muchdi mendekatinya dan mulai menggerayangi tubuh atasnya yang sudah topless.

Desahan gadis itu di sela-sela tangisannya membuat ketiga pria bejat yang mengerubunginya semakin bernafsu. Tangan Muchdi kini merambat turun ke bawah, menyusup masuk ke pinggang celana pendek yang dikenakan gadis itu. Rini merasakan tangan kasar pria itu menyentuh permukaan memeknya, jari-jarinya mengelusi bibir memeknya.

Tubuhnya menggelinjang ketika jari-jari itu menyusup ke memeknya dan mulai bergerak keluar masuk menggeseki dinding memeknya. Pada saat yang sama, Munarman menundukkan badannya dan melumat payudara Rini dengan gemas.

“Mmhhh… lepaskan… aaahhh-aahh…. jangan!” ia mulai mendesah tak tertahankan.

Irsyad menyibakkan rambut panjang gadis itu ke kanan agar bisa menjilati dan mencupang leher sebelah kirinya. Lidah Irsyad yang kasar dan basah itu menyapu telak kulit lehernya membuat bulu kuduk gadis itu merinding. Mereka lalu menyeret tubuh Rini dan membaringkannya di atas sebuah meja kayu di ruangan itu.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Munarman yang mengambil posisi di antara paha gadis itu menarik lepas celana pendek berikut dalamannya. Kini memek Rini yang ditumbuhi bulu-bulu hitam lebat terekpos sudah membuat mata ketiga pria bejat itu nanar menatapinya.

“Wah…gua suka yang kaya gini, jembut lebat, bibirnya rapet!” sahut Munarman sambil meraba memek gadis itu yang sudah agak basah karena dipermainkan Muchdi tadi.

Ia lalu menusukkan jari tengahnya ke liang memek Rini sehingga tubuh gadis itu mengejang dan jeritan kecil keluar dari mulutnya. Dengan gemas Munarman memutar-mutar jarinya mengobok-obok memek gadis itu. Tanpa bisa tertahankan Rini menggelinjang, ia memohon agar mereka tidak meneruskan perbuatannya sambil diiringi desahan-desahan yang justru membuat mereka semakin nafsu.

Sementara Muchdi dan Irsyad juga tidak tinggal diam, mereka ikut menggerayangi tubuh mulus Rini yang sudah terbaring tak berdaya. Irsyad mencaplok payudara kiri gadis itu dan mengemut-emutnya, dihisap dan digigitinya puting susu itu hingga pemiliknya semakin menggelinjang dan mendesah tak karuan.

Rini menggeleng-gelengkan kepalanya ketika Muchdi hendak menciumnya, tapi reaksinya malah membuat pria itu tertawa-tawa lalu menjenggut rambut panjangnya, lidahnya langsung menyapu pipinya yang halus lalu menempel pada bibir tipis gadis itu.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

‘eeemmhhh….eemmm!’

Rini mengatupkan mulutnya menolak diciumi Muchdi, namun rangsangan pada sekujur tubuhnya membuatnya tak tahan untuk tidak mendesah, Muchdi sendiri saat itu juga aktif menggerayangi lekuk-lekuk tubuh gadis itu. Mulut Rini yang tertutup pun kian mengendur hingga akhirnya Muchdi berhasil memasukkan lidahnya ke mulut gadis itu dan mencumbuinya dengan liar.

Lidah Muchdi mengais-ngais mulut Rini dan menyapu rongga mulutnya, ludah mereka saling bertukar dan tanpa sadar Rini pun mulai ikut memainkan lidahnya beradu dengan lidah pria itu karena libidonya semakin naik tanpa dapat ia kendalikan. ‘Eeenngghhh!’ lenguh gadis itu di tengah percumbuannya karena merasakan ada benda hangat basah menyentuh bibir memeknya.

Ia menggerakkan bola matanya melirik ke bawah sana dimana Munarman tengah membenamkan wajahnya agar dapat melumat memeknya. Sensasi geli segera timbul dari bawah sana menjalar ke syaraf-syaraf kenikmatan di tubuhnya dan membuat birahinya semakin naik tanpa dapat ia kendalikan. Lidah Munarman menyapu telak bibir memeknya lalu menyusup masuk menggelitik dinding bagian dalamnya.

“Uuuummhh… gurih, bener-bener hoki kita hari ini bisa nikmatin yang sedap gini hahaha!” celoteh Munarman di tengah lumatannya terhadap memek Rini.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Dengan dua jari ia membuka bibir memek gadis itu semakin lebar sehingga menampakkan warna merah merekah. Sementara Irsyad terus menjilati kedua payudaranya secara bergantian, sebentar saja kedua gunung kembar itu sudah basah oleh ludahnya, bekas gigitan memerah juga tampak pada beberapa bagian.

Setelah hampir lima menit bercumbu, Muchdi melepaskan mulutnya dari Rini. Gadis itu bernafas terengah-engah sambil terisak dan mendesah. Belum terlalu lama ia mengambil udara segar Muchdi sudah menarik rambutnya sehingga kepalanya kini terjuntai ke bawah di tepi meja dan pandangannya terbalik.

“Aaah… jangg…. eeemmphhh… mm mm!” kata-katanya terputus karena Muchdi menjejalkan kontolnya ke mulut gadis itu.

Pria itu memaju-mundurkan kontolnya pada mulut Rini seperti menyetubuhinya, kedua kantung pelirnya menampar-nampar hidung gadis itu, aroma tak sedap segera menyergap hidungnya. Namun Rini tidak punya pilihan lain selain beradaptasi mengisap kontol di mulutnya. Tubuhnya menggelinjang-gelinjang di atas meja kayu itu tanpa dapat ditahannya.

Tangan-tangan kasar dan lidah-lidah para pria bejat itu terus merangsang tubuhnya. Di bawah sana, lidah Munarman menjelajah semakin dalam ke dalam memek Rini dan menemukan klitorisnya. Daging kecil yang sensitif itu digigitnya pelan dan dihisap-hisap, kontan Rini pun semakin menggelinjang dan mendesah tak karuan dibuatnya.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Eemmhhh….eemmmm!” dari mulutnya yang dijejali kontol Muchdi terdengar desahan tertahan.

Sebentar saja Rini merasakan memeknya makin berdenyut-denyut hendak mengeluarkan cairan klimaksnya. Akhirnya… ssrrrr… cairan bening dan hangat itu meleleh dengan derasnya dibarengi dengan mengejangnya tubuh gadis itu. Dengan rakus, Munarman menyeruput cairan itu seperti orang kehausan.

“Ssshhrrppp… ssllluurrpp… ini baru sip, hhmmm udah ga sabar gua jejelin kontol gua kesini!” kata Munarman setelah puas menyeruput cairan memek Rini.

Setelah itu ia buru-buru membuka celana dan mengeluarkan kontolnya yang sudah mengeras lalu mengarahkan kepalanya ke belahan bibir memek gadis itu yang sudah becek siap melakukan penetrasi. Saat itu Rini yang masih mengulum kontol Muchdi membelakkan mata merasakan sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke memeknya.

Munarman melenguh keenakan merasakan himpitan dinding memek Rini yang begitu sempit dan bergerinjal-gerinjal. Tak lama kemudian ia mulai mengocok kontolnya keluar masuk, mula-mula pelan hingga frekuensi genjotannya main naik dan menimbulkan bunyi kecipak dari gesekan alat kelamin mereka dan cairan dari memek gadis itu.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Tubuh Rini tergoncang-goncang, demikian pula sepasang payudaranya sehingga nampak makin menggemaskan, sepasang gunung kembar itu tidak pernah lepas dari tangan dan mulut mereka.

“Hhuuuhh… seret banget… uuhh… ini baru top!” sahut Munarman sambil menyetubuhi Rini semakin liar.

“Sepongannya juga sip Bos… edan kaya diisep-isep nih!” timpal Muchdi yang kontolnya sedang dioral oleh gadis itu.

“Gantian dong Di, gua juga pengen nyicipin, kayanya enak tuh ya!”

Muchdi mempersilakan Irsyad mengambil posisinya karena ia sendiri tidak ingin buru-buru keluar sebelum menikmati hidangan utamanya yaitu mencoblos memek gadis itu. Pria berambut cepak itu segera meraih kepala Rini, gadis itu sempat mengambil udara segar sebentar dan sedikit terbatuk-batuk sebelum akhirnya mulutnya kembali dijejali kontol, kali ini oleh Irsyad, pria itu memegangi kepalanya sehingga kini kepala gadis itu tidak lagi terjuntai terbalik yang membuatnya tidak nyaman.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Sudah… saya mo… hhhmmmhh!” Irsyad memasukkan kontolnya dengan paksa ke mulut gadis itu dan memotong kata-katanya.

Irsyad mendesah nikmat merasakan mulut gadis itu memanjakan kontolnya dengan ludahnya yang hangat dan lidahnya. Rini nampak kewalahan karena kontol Irsyad diameternya lebih lebar daripada milik Muchdi. Dengan susah payah Rini mencoba menggerakkan lidahnya menyapu kepala kontol itu.

“Uuuhh… mantap Rini, yah… jilatin terus… emuthh!” desah pria itu sambil meremasi rambut Rini.

Muchdi menarik kursi ke dekat meja itu lalu duduk di atasnya, ia mengamat-amati tubuh mulus Rini yang sudah mulai berkeringat dan mengelusinya dengan kagum. Lidahnya terjulur keluar menjilati wilayah puting gadis itu sementara tangannya yang satu meremasi payudaranya yang sebelah. Di sisi lain, Munarman semakin cepat menggoyangkan pinggulnya menyodok-nyodok memek Rini dengan kontolnya.

Mulut pria itu menceracau tak karuan hingga akhirnya melenguh panjang, ia menekankan kontolnya dalam-dalam ketika mencapai klimaks. Akhirnya setelah dua puluh menitan menggarap Rini, Munarman tidak bisa lagi menahan keluarnya spermanya yang mengisi memek gadis itu. Pada saat hampir bersamaan, Rini pun kembali berorgasme.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Nafasnya mendengus-dengus, erangan tertahan terdengar dari mulutnya yang tengah dijejali kontol, tubuh telanjangnya hanya bisa menggelinjang-gelinjang menyebabkan dadanya makin membusung dan membuat Muchdi yang sedang menyusu semakin bernafsu dibuatnya. Terdengar suara ‘plok’ saat Munarman menarik lepas kontolnya dari memek Rini.

Liang memek gadis itu ternganga selama beberapa saat sebelum menutup kembali, cairan orgasmenya meleleh keluar dari liang itu bercampur dengan cairan kental berwarna putih susu membasahi selangkangan dan meja di bawahnya.

“Ayo siapa mau coba nih!” sahut Munarman seusai melampiaskan nafsunya.

“Gua Boss… gua dah konak nih daritadi!” Muchdi buru-buru mengambil posisi di antara kedua paha Rini,

“eh, Syad…turunin dulu dong, gua mau gaya doggy nih, biar lebih enak!”

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Irsyad yang sedang asyik menikmati kontolnya dikulum membantunya menurunkan tubuh gadis itu ke lantai. Rini berusaha beringsut untuk menjauh dari mereka, namun ia harus pasrah mendapati kenyataan bahwa tubuhnya sudah terlalu lemas untuk itu, belum lagi ditambah rasa nyeri pada memeknya yang baru saja dibombardir kontol Munarman.

Muchdi mengatur tubuh Rini menungging di lantai kayu itu dengan bertumpu pada kedua lutut dan siku tangannya. Tak lama kemudian kepala kontolnya sudah membelah memek gadis itu.

“Ooohh… sakit!” Rini mendesah lirih,

“Aahhkk!!”

Muchdi menyentakkan pinggulnya kuat-kuat setelah kontolnya menancap setengahnya hingga benda itu melesak masuk dan gadis itu menjerit. Tanpa memberi kesempatan pada gadis itu untuk beradaptasi, Muchdi menyodok-nyodokkan kontolnya dengan buas. Nampak sepasang payudara Rini terayun-ayun seirama goncangan tubuhnya menciptakan suasana yang semakin erotis.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Tangan kiri Muchdi meraih payudara itu dan meremasinya sambil terus menyodoknya dari belakang. Erangan Rini semakin keras, matanya merem-melek, secara refleks ia juga turut menggerakkan pinggulnya mencari kenikmatan. Munarman dan Irsyad tertawa-tawa melihat reaksi gadis itu.

“Hahaha… tuh kan jadi ketagihan, tadi nangis-nangis minta dilepasin sekarang malah pengen dientot!” ejek Munarman.

“Biasa Bos… belum tau enaknya dia hahaha!” timpal Irsyad.

Sodokan Muchdi semakin cepat, lenguhannya bercampur dengan erangan Rini memenuhi ruangan itu, ditambah lagi dengan bunyi tumbukan alat kelamin mereka, ‘plok…plok…plok!’. Sementara itu, Robby yang terikat tak berdaya hanya bisa menyaksikan gadis itu diperkosa tanpa bisa berbuat apa-apa.

Sebenarnya ia merasa sangat kasihan dan ingin menolongnya, namun apa yang dapat diperbuatnya? bahkan nasibnya sendiri sedang di ujung tanduk. Secara naluriah, ia sendiri terangsang melihat gadis secantik Rini diperkosa massal oleh ketiga bajingan itu, tanpa dapat ditahan kontolnya pun mengeras karenanya.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Uuuhh… uhhh… enak kan Rini… seretnya!” ceracau Muchdi yang terus menggenjoti gadis itu dan meremas-remas payudaranya.

“Ditanya jawab yah!! Enak gak Rini!!” Muchdi menjambak rambut panjang gadis itu hingga kepalanya menengadah.

“Aduuhh…. ahhh… iyah enak… sakit, jangan ditarik gitu…. aahh!” rintih Rini yang wajahnya semakin berlinang air mata.

Ketiga pria bejat itu tertawa-tawa, ejekan-ejekan yang melecehkannya terus keluar dari mulut mereka.

“Ayo Di… bikin non Rini kelepek-kelepek hahaha!” kata Irsyad.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Merasa tertantang Muchdi semakin mempercepat sodokannya pada memek gadis itu. Hingga akhirnya tak lama kemudian pria itu semakin melenguh-lenguh, frekuensi genjotannya semakin cepat dan remasannya pada payudara gadis itu semakin keras. Desahan Rini bercampur dengan rintihan kesakitan. Dengan satu lenguhan panjang, preman berkuncir itu menancapkan kontolnya dalam-dalam dan melepas orgasme.

Untuk kedua kalinya memek Rini terisi dengan sperma, ia dapat merasakan kedutan-kedutan kontol pria itu dan cairan putihnya yang hangat memenuhi rahimnya. Ketika Muchdi mencabut kontolnya nampak cairan spermanya bercampur cairan kewanitaan gadis itu membentuk untaian sepanjang lima centian.

“Nih… bersihin!” perintah Muchdi menarik rambut Rini dan mendekatkan kontolnya yang belepotan ke bibir gadis itu.

Rini pun melakukan yang diperintahkannya, kontol itu ia jilati dan kulum, cairan-cairan yang berlumuran disana dijilatinya hingga bersih sampai sisa-sisa sperma pun dihisapinya.

“Hhhssshhh… ngisepnya jago juga lu Rini, dah pengalaman ya!?” komentar Muchdi

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Lu pecun yang suka beroperasi di puncak ya Rini, hahaha!” ejek Irsyad membuat kupingnya memerah.

“Hus… yang bener aja lu Syad pecun disini mana ada yang bening gini, biasanya item-item kaya babu gitu hehehe” sahut Munarman.

Rini merasakan tubuhnya luluh lantak sehingga ia harus bersandar pada kaki meja menopang tubuhnya, namun ia masih merasakan kurang karena bersama Muchdi tadi ia hampir mencapai klimaks namun pria itu sudah lebih dulu klimaks dan menarik lepas kontolnya. Sekarang giliran Irsyad mencicipi tubuhnya, pria cepak bertubuh besar itu mendekapnya, lalu duduk di kursi dan menaikkan gadis itu ke pangkuannya dalam posisi memunggungi.

“Angkat badan lu dikit manis!” perintah Irsyad di dekat telinga Rini,

“buka memek lu terus masukin nih Kontol gua”

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Orgasme yang tidak kesampaian membuat Rini menikmati persetubuhan itu. Ia mengangkat tubuhnya sedikit, tangan kanannya membuka lebar-lebar bibir memeknya dan yang kiri menggenggam kontol Irsyad yang berurat, mengarahkannya memasuki liang memeknya. Ia mulai menurunkan tubuhnya pelan-pelan setelah dirasanya kepala kontol itu menyentuh bagian tengah memeknya.

Desahannya mengiringi proses penetrasi kontol itu. Berkat cairan kewanitaan yang telah membanjiri memeknya, kontol besar Irsyad lebih mudah memasuki memeknya, namun tetap saja rasa ngilu mengiringinya karena memeknya sudah sejak tadi digempur. Irsyad lalu memutar wajah Rini dan melumat bibirnya.

Rini membalas permainan lidah pria itu sambil beradaptasi dengan kontol yang menyesaki memeknya itu. Tanpa disuruh, Rini mulai menggerakkan tubuhnya naik turun tanpa melepas percumbuannya dengan preman itu. Kedua tangan kasar Irsyad terus bercokol pada payudara gadis itu, meremasi, memilin atau mencubiti putingnya.

Goyangan tubuh Rini kian cepat, mulutnya juga semakin menceracau menahan nikmat. Munarman yang mulai bernafsu lagi mendekati mereka, ia meraih kepala Rini dan menjejali mulut gadis itu dengan kontolnya. Muchdi juga tidak membiarkan tangan gadis itu yang nganggur, ia menggenggamkan kontolnya pada tangan gadis itu dan memintanya untuk mengocok.

Sambil menikmati memek Rini, Irsyad mencium dan menjilati leher jenjangnya, sementara tangannya bergerilya menggerayangi lekuk-lekuk tubuh yang mulus itu. Tanpa dapat ditahan Robby yang terikat di kursi juga terangsang melihat adegan itu, tak terasa kontolnya juga mulai basah karenanya.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Eeemm… mmmm… uuhhm!” suara desahan Rini yang tertahan oleh kontol Munarman.

Ia merasakan kontol itu semakin bertambah keras di mulutnya. Munarman tidak lagi memegangi kepalanya, Rini menggenggam sendiri kontol itu sambil memaju-mundurkan kepalanya dan mengulum-ngulum benda itu. Sementara tangannya yang satu sedang mengocok kontol Muchdi dengan kecepatan sedang disertai pijatan membuat pria itu melenguh menahan nikmat. Tak lama kemudian mengeluarkan kontol Munarman dari mulutnya dan ganti mengoral kontol Muchdi.

“Bagus… sekarang udah nurut ya! Udah ketagihan kontol rupanya” kata Muchdi.

Tanpa mempedulikan komentar-komentar yang merendahkannya itu, Rini terus mengulum dan mengocoki kontol Munarman dan Muchdi sambil menaik-turunkan tubuhnya. Lidahnya menyapu kepala kontol Muchdi dan menggelitik lubang kencingnya membuat pria itu semakin tak tahan hingga tak lama kemudian… croot… ccroot… diiringi lenguhan panjang Muchdi mengeluarkan spermanya di mulut gadis itu.

“Uuhh… enakhh!” lenguhnya sambil memegangi kepala gadis itu,

“isep Rini…isep kuat…minum peju gua!”

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Rini gelagapan namun mau tidak mau ia harus menghabiskan cairan Rini yang tertumpah di mulutnya itu, baunya sungguh tajam dan kental, sebagian cairan itu meleleh di sudut bibirnya karena yang keluar cukup banyak. Ia terpaksa menelan cairan Rini kental itu agar tidak terlalu terasa di mulutnya, selain itu juga dihisapinya kontol Muchdi yang semakin menyusut itu dan dihisapi sisa-sisa spermanya hingga pria itu akhirnya mencabut kontolnya dengan puas.

Baru sebentar kontol Muchdi lepas dari mulutnya, Munarman yang kontolnya sedang sedang dikocok olehnya juga mencapai klimaks. kontolnya berkedut-kedut dan menyemprotkan isinya ke wajah cantik gadis itu. Pria itu tersenyum puas setelah berejakulasi di wajah gadis itu. Sperma di wajah Rini turun hingga mengenai payudaranya yang bulat padat.

“Mulutnya dibuka!” perintahnya, ia lalu mengarahkan kontolnya ke mulut Rini sehingga cipratan spermanya masuk ke mulut gadis itu.

Kembali mulut Rini dijejali kontol, kali ini oleh Munarman yang memintanya mengisap dan membersihkan miliknya itu dari sisa-sisa sperma. Mereka tertawa-tawa melihat keadaan Rini dengan wajah telah belepotan sperma.

“Hehehe… gitu lebih cantik Non, lumayan tuh buat krim wajah, jadi tambah cantik!” ejek Muchdi.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Terlihat sekali Rini menikmati perkosaan atas dirinya itu, tubuhnya sudah dikuasai dorongan seksual tanpa menghiraukan cemoohan ketiga pemerkosanya itu. Ia meliuk-liukkan tubuhnya sehingga kontol besar Irsyad semakin mengaduk-aduk memeknya.

“Uuuhh… ngehek… mau keluar nih… eerrrhh!!” geram Iryad sambil menurunkan tubuh Rini dan bangkit dari kursi tanpa melepas kontolnya yang tertancap.

Rini segera menumpukan kedua tangannya pada tepi meja di dekatnya, persetubuhan itu berlanjut dengan posisi si pria menyodoki dari belakang sambil berdiri dan si wanita berdiri nungging dengan bertumpu pada bibir meja di depannya. Dengan posisi demikian Rini merasakan kontol Irsyad menyodok semakin dalam dan semakin kencang.

Desahan Rini semakin menjadi-jadi, mulut gadis itu membuka bulat dan mengeluarkan desahan yang susul menyusul dengan lenguhan pria itu.

“Aaahh…aakkhh…ooooohh!” Rini mengerang sekuat tenaga seiring dengan ledakan orgasme yang seakan meledakkan tubuhnya dari dalam.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

Tubuhnya mengejang dengan dahsyat, memeknya semakin becek dan semakin kuat mencengkram kontol Iryad yang juga sudah mau meledak. Pria berambut cepak itu pun akhirnya tak tahan lagi, dengan satu dorongan keras dilesakkannya kontolnya dalam-dalam pada memek Rini.

“Uugghh!” Irsyad mendesah nikmat sambil menumpahkan spermanya mengisi memek gadis itu.

Pria itu meresapi orgasme itu dengan memeluk tubuh mulus itu merasakan kehangatan tubuh gadis itu menyatu dengan tubuhnya. Tangannya meremasi payudara gadis itu dan mulutnya menciumi tenguk dan pundaknya.

“Wah…gua konak lagi nih, sini Non sama abang lagi!” Muchdi yang kontolnya mulai mengeras lagi meraih lengan Rini begitu Irsyad melepaskan dekapannya.

Tubuh Rini saat itu demikian lemah lunglai setelah mengalami orgasme panjang bersama Irsyad, namun Muchdi sepertinya tidak terlalu mempedulikannya. Pria itu duduk selonjoran di lantai dan mendudukkan gadis itu di selangkangannya.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Aaahhh!!” desah Rini merasakan memeknya kembali dimasuki kontol.

“Yah Non… turun terus, masuk nih… uuhhh gitu!” Muchdi merasakan nikmat kontolnya terjepit himpitan memek gadis itu.

Pria itu menyentakkan pinggulnya ke atas setelah lebih dari setengah batang kontolnya melesak ke memek Rini, akibatnya tubuh gadis itu pun ikut tersentak dan jeritan kecil keluar dari mulutnya tanpa tertahankan.

“Goyang Non!” perintah pria berkuncir itu.

Rini pun mulai menaik-turunkan tubuhnya. Muchdi menikmati goyangan gadis itu sambil mengenyoti dadanya yang kanan. Tangannya menjelajahi kemulusan tubuh gadis itu. Lima menit kemudian Munarman mendekati mereka dan mendorong punggung gadis itu ke depan sehingga pinggulnya lebih menungging.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

“Lubangnya masih ada kan, gua sekarang mau nyoba lubang yang ini nih!” kata Munarman sambil mencucukkan jarinya ke dubur Rini.

“Aaahh… jangan, jangan disitu!” Rini mengiba ketika pria itu mulai mengarahkan kontolnya ke lubang belakangnya.

Muchdi memegangi lengan Rini yang meronta-ronta sementara Munarman terus menekan kontolnya memasuki anus gadis itu. Rini merintih menahan sakit merasakan lubang belakangnya dimasuki paksa oleh kontol pria itu. Jari-jari pria itu sudah lebih dulu memasuki lubang itu untuk membuka jalan bagi kontolnya.

“Aaaaww…. sakkiitt… aarrhh! ” mata Rini membelakak dan mulutnya menjerit merasakan nyerinya anal seks secara paksa itu.

“Uuuggh… sempitnya!” lenguh Munarman mengomentari lubang dubur Rini yang jauh lebih sempit dari memeknya.

Pemerkosaan Brutal Rini Didesa – Beha Ajaib.

kontol kedua pria itu menyodok-nyodok kedua lubang Rini seperti mesin saja. Robby yang terikat di kursi sempat bertatap mata dengan gadis malang yang sedang diperkosa itu. Ia melihat beban penderitaan yang sangat berat pada mata gadis itu, dari tatapan matanya seolah ia ingin meminta tolong pada dirinya.

Simpati, kasihan, marah, dan terangsang bercampur-baur dalam hatinya. Ia benar-benar muak dengan kebiadaban para begundal itu, mereka seolah tidak cukup menyiksa dirinya, tapi juga menzalimi orang lain yang tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini. Giginya gemertak dan tangannya mengepal keras, seandainya saja ia mampu melepaskan ikatan, ingin rasanya menghajar ketiga pria amoral itu dan membebaskan gadis itu.

Tidak tahan terus menyasikan, ia hanya dapat memalingkan wajah atau memejamkan mata tidak tahan melihat kebiadaban itu. Kini Irsyad juga maju, ia mengangkat wajah gadis itu dan menyuruhnya mengoral kontolnya yang mulai bangkit lagi. Pria itu dengan paksa menjejali mulutnya dengan kontol sehingga membuat Rini tersiksa karena gelagapan.

Sambil menahan nyeri pada duburnya yang sedang dibombardir Munarman, memek yang sedang dipompa, ia mulai menjilati kontol Irsyad yang dimasukkan ke mulut Rini. Muchdi yang sedang memompa memek Rini memegang kedua lengan Rini dan merapatkannya.

Pemerkosaan Brutal Rini DidesaBeha Ajaib.

Munarman yang sedang menggenjot anus Rini dengan kasarnya dia memilin dan meremas-remas kedua payudara Rini yang bulat dan padat tersebut. Sementara Irsyad yang asik dioral oleh Rini menelusupkan 2 jari kedua tangannya ke lipatan ketiak Rini dari belakang dan mengocok-ngocok didalamnya

“Eemmm…eengghhh..mmmhh!” desah gadis itu tertahan.

Dengan diserangnya seluruh bagian sensitif tubuhnya, Rini merasakan darahnya semaking berdesir, gelombang klimaks akan segera menerpanya kembali. Namun sebelumnya, Munarman sudah terlebih dulu orgasme karena sempitnya lubang belakang gadis itu. Ia melenguh panjang, menarik kontolnya dan menyemprotkan spermanya membasahi punggung dan bongkahan pantat gadis itu.

Baru setelahnya, sekitar tiga menit kemudian Rini mencapai puncak kenikmatannya, tubuh mulusnya menggelinjang hebat di atas tubuh Muchdi, mulutnya mengeluarkan erangan panjang, tangannya mengocoki kontol Irsyad semakin cepat. Kedua bawahan Munarman itu menurunkan tubuh Rini dan menelentangkannya di lantai.

Muchdi terus menggenjotnya sampai lima menit ke depan hingga akhirnya ia mencabut kontolnya dan menumpahkan spermanya membasahi perut gadis itu. Tubuh Rini semakin blepotan cairan Rini itu setelah Irsyad menuntaskan hajatnya dengan menyemburkan spermanya di wajah gadis itu.

Ketiga pria tak bermoral itu pun meninggalkan tubuh telanjang gadis itu terbaring lemas bersimbah keringat dan sperma. Mereka tertawa puas berhasil menikmati kehangatan tubuh Rini. Mereka mulai memakai kembali pakaiannya.

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Beha Ajaib

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep