Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya
Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Cerita Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya berawal dari dering telepon berbunyi di handphoneku. “Hallo, selamat siang Dandy” suara perempuan yang manja terdengar.

“Hallo juga, siapa ya ini?” tanyaku serius.

“Namaku Maya” kata perempuan tersebut mengenalkan diri.

“Maaf, Mbak Maya tahu nomor HP saya darimana?” tanyaku menyelidik.

“Oya, aku temannya Via dan dari dia aku dapat nomor kamu” jelasnya.

“Ooo, Mbak Via” kataku datar.

Aku mengingat kembali kisahku sebelumnya yang berjudul Kisah bersama Ibu Muda. Via seorang sekretaris yang juga ikut ‘mewarnai’ kehidupan sex aku.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

“Gimana khabar Mbak Via?” tanyaku.

“Baik, dia titip salam kangen sama kamu” jelas Maya.

Sekitar 5 menit, kami berdua mengobrol layaknya orang yang sudah kenal lama. Suara Maya yang lembut dan manja, membuat aku menerka-nerka bagaimana bentuk fisik dari wanita tersbut. Saat aku membayangkan bentuk fisiknya, Maya membuyarkan lamunanku.

“Hallo.. Dandy, kamu masih disitu?” tanya Maya.

“Iya.. iya Mbak..” kataku gugup.

“Hayo mikir siapa, lagi mikirin Via ya?” tanyanya menggodaku.

“Nggak kok, malahan mikirin Mbak Maya tuh” celetukku.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

“Masa sih.. Jadi GR nih” dengan suara yang menggoda.

“Dandy, boleh kan kalau aku mau ketemu kamu?” tanya Maya.

“Boleh aja Mbak.. Dengan senang hati” jawabku semangat.

“Oke deh, kita mau ketemuan dimana?” tanyanya semangat.

“Terserah Mbak deh, Dandy ngikut aja” jawabku pasrah.

“Oke deh, nanti sore aku tunggu kamu di excelso di Tunjungan Plasa” katanya.

“Oke, sampai nanti Dandy.. Aku tunggu jan 18.00″ sambil berkata demikian, HP nya langsung off.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Waktu menunjukkan pukul 16.30, tiba saatnya aku pulang kantor dan segera meluncur ke Tunjungan Plaza. Sebelumnya aku prepare di kantor, aku mandi dan membersihkan diri setelah seharian aku bekerja. Untuk perlengkapan mandi, memang setiap hari aku membawa karena memang aku sering olahraga setelah jam kantor.

Aku segera mengambil tempat duduk disisi pagar kaca, sehingga aku bisa melihat orang hilir mudik di area pertokoan terbesar di Surabaya ini. Saat mataku melihat situasi di sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang wanita setengah baya yang duduk sendirian. Menurut tebakan aku, wanita ini berumur sekitar 35 tahun ke atas. Wajahnya yang lumayan putih, membuat aku tertegun.

Mataku yang mulai nakal, berusaha menjelajahi pemandangan yang sangat menggiurkan di depanku. Kakinya yang jenjang, ditambah dengan belahan pahanya yang putih di balik rok mininya, membuat semakin aku gemas. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya aku jika orang tersebut adalah Maya yang menghubungi aku siang tadi.

Disaat aku membayangkan sosok di depan mataku, tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri tempat dudukku. Dadaku berdegup kencang ketika dia benar-benar mengambil tempat duduk semeja dengan aku.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

“Maaf, kamu Dandy ya?” tanyanya sambil menatapku.

“Iy.. iyaa.. Kamu Maya?” tanyaku balik sambil berdiri.

Jarinya yang lentik menyentuh tanganku untuk bersalaman dan darahku terasa mendesir ketika tangannya yang halus meremas tanganku dengan halus.

“Silahkan duduk May” kataku sambil menarik satu bangku di depanku

“Terima kasih” kata Maya sambil tersenyum.

“Dari tadi anda duduk disitu kok tidak langsung kesini?” tanyaku.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

“Aku tadi sempat ragu, apakah kamu memang Dandy” jelasnya.

“Aku tadi juga berpikir, apakah wanita yang cakep ini kamu?” kataku sambil senyum.

Kami bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan, kadang-kadang kami berdua saling canda, saling menggoda dan sesekali bicara yang ‘nyerempet’ ke arah sex. Lesung pipinya yang dalam, menambah sempurna saja wajahnya yang semakin matang.

“May, kamu kenal Via dimana?” tanyaku menyelidik.

“Via adalah teman chattingku di YM, aku dan via sering online bersama. Dan kami terbuka satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga untuk kisah rumah tangga, bahkan masalah sex sekalipun.” mulut mungil Maya menjelaskan dengan penuh semangat.

“OOo, begitu..” kataku sambil manggut-manggut.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

“Ini adalah hari pertamaku di Surabaya dan aku berencana menginap 3 hari, sampai urusan kantorku selesai” jelasnya tanpa aku tanya.

“Sebenarnya tadi Via juga mau dateng tetapi karena ada acara keluarga, mungkin besok baru bisa dateng” jelasnya kembali.

“Memang Mbak Maya nginap dimana?” tanyaku.

“Kebetulan sama perwakilan kantor disini, di bookingin di Hotel E..” jelasnya.

“Mmm, emang Mbak sama sapa sih?” tanyaku menyelidik.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

“Ya sendirilah, Dandy.. Makanya saat itu aku tanya Via” kata Maya.

“Tanya apa?” tanyaku mengejar.

“Apakah punya teman yang bisa temanin aku selama di Surabaya” kata Maya.

“Dan dari situlah aku tahu nomor HP kamu” lanjutnya.

Tanpa terasa jam tanganku menunjukkan pukul 21.15 wib, dan aku liat sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang sudah mau tutup.

“Dan.. Kamu mau anter aku balik ke hotel?” tanya Maya.

“Boleh, masa iya aku tega biarin Mbak Maya sendirian balik ke hotel” kataku.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Setelah obrolan singkat, kami segera menuju parkiran mobil dan segera meluncur ke Hotel E.. Yang tidak jauh dari pusat pertokoan Tunjungan Plasa. Aku dan Maya bergegas menuju lift untuk naik ke lantai 3, dan sesampainya di kamar nomor 306, Maya menawarkan aku untuk masuk sejenak.

Bau parfum yang menggugah syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika aku berjalan di belakangnya.

“Silahkan duduk Dan, aku mau mandi dulu” kata Maya sambil melempar tas kecilnya, diatas ranjang.

Mataku menyelidik, apakah benar Maya sendirian dalam kamar. Dan memang benar kelihatannya dia sendirian. Aku lihat kopor kecilnya yang masih rapi, nampak hanya beberapa helai gaun yang berada di atas ranjang. Saat mataku masih asyik menjelajahi ruangan kamar Maya, tiba-tiba sesosok tubuh yang jenjang dengan hanya mengenakan sehelai handuk yang menutupi tubuhnya yang molek.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Maya minta tolong untuk membukakan karet yang menutupi bathup. Aku segera bangkit dari dudukku dan berjalan menuju kamar mandi. Ketika aku melewati tubuh Maya, mataku yang nakal sedikit mencuri pandang di belahan dada Maya yang terkesan menyembul keluar karena terhimpit ketatnya handuk yang menutupi tubuhnya.

Aroma sabun lux kuning merasuk menusuk hidungku, aku segera menuju bathup yang dimaksud oleh Maya. Aku menggunakan tangkai sendok untuk mencungkil karet penutup bathup yang memang rapat sekali. Aku berusaha membuka secepatnya karena pikiran kotor mulai menjejali otakku. Dan akhirnya

”sswaasshh..” suara air langsung keluar ketika karet penutupnya sudah terlepas.

“Oke May.. Sudah terbuka nih, silahkan lanjutin mandinya” kataku sambil masih membelakangi tubuh Maya yang sedang berdiri di belakangku.

Ketika aku membalikkan badanku, betapa kagetnya aku dengan pemandangan di depan mataku. Tubuh Maya tidak dibalut lagi oleh handuk putih yang melekat di tubuhnya tadi.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

“Ma-Maaff.. Aku mau keluar May” kataku gugup.

Maya tidak menjawab dan bahkan tidak memberiku jalan. Wanita itu langsung berhamburan memeluk tubuhku, dan merangkul leherku dengan erat.

“Dan, Via sudah ceritakan kehebatan permainan sex kamu” aroma bau mulutnya yang segar, membuat jantungku semakin berdetak kencang.

“Mmm, anu Mbak.. Mungkin Via terlalu berlebihan” kataku.

Lidahku yang sudah mulai terpancing birahi, langsung menyambut keliaran lidah Maya. Tanganku yang tadi hanya berdiam diri, sekarang aku beranikan memeluk tubuhnya yang sexy bagaikan Britney Spears. Aku merasakan dadanya yang montok mendesak dadaku yang bidang.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Sesekali tanganku mulai semakin berani menjelajahi pinggul Maya, pantatnya yang masih terlihat kencang walaupun sudah menginjak 35 tahun. Aku meremas pantatnya berkali-kali sehingga hal itu membuat nafsu Maya semakin naik. Bibirku yang sudah mulai murka dan terbawa birahiku yang mulai merangkak ke kepalaku. Lehernya yang jenjang menjadi sasaran empuk bibirku yang mulai menari-nari di atasnya.

“Ooohh.. Dandy.. Geelli..” desah Maya.

Serangan bibirku semakin menjadi di leher Maya, sehingga dia hanya bisa merem melek mengikuti jilatan lidahku. Setelah aku puas dilehernya, aku mulai menurunkan tubuhkan sehingga bibirku sekarang berhadapan dengan 2 buat bukit kembarnya yang masih ketat dan kencang.

Aku semakin terbawa dalam aliran birahi yang meledak-ledak, bibir Maya yang mulai terasuki nafsu birahinya sendiri mulai ganas melahap bibirku. Jari jemarinya yang lentik, sepertinya terlatih untuk membuka semua kancing yang menempel di hem yang aku kenakan.

Disaat aku mulai telanjang dada, bibirnya mulai menjalar ke arah leherku dan sesaat kemudian bibirnya sudah mendarat pada dadaku. Jilatan lidahnya yang semakin liar, sepertinya tidak ingin menyisakan sedikitpun dada bidangku. Darahku mendesir hebat hingga membuat aku terangsang hebat, ketika lidahnya menari di puntingku.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Daerah yang paling sensitif di tubuhku, yang bisa menggugah nafsu birahiku secara sepontan.

“Ohh.. May.. Aaakh” aku merintih sambil menekan tengkuknya ke dada bidangku.

Maya benar-benar sudah di kuasai oleh birahi yang tinggi, dan tanpa aku sadari ketika aku sudah merasakan kaki sudah dingin. Ternyata Maya sudah melepas jeans yang aku pakai sebelumnya, sehingga sekarang aku hanya menganakan celana dalam saja.

Lidahnya semakin lama semakin ke bawah dan sampailah lidahnya memainkan pusarku. Tangannya meremas kedua pantatku sehingga aku benar-benar terangsang hebat.Dengan gaya yang sudah fasih, giginya berusaha menarik celana dalamku dari depan. Kedua tanganya dengan mudah menarik CD ku dari belakang.

“Gila.. Pantes Via puas, habis kontolmu gede seperti ini” kata Maya memuji.

Kontolku yang tadi sudah ingin melepaskan diri dari belenggu CD yang membatasinya akhirnya bisa lepas. Aku melihat kebawah dan melihat Maya yang sedang tertegun dengan besarnya kontolku. kontolku berdiri tegak sekali dan sesaat kemudian.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

“Mmm.. Srup.. Srupp” mulut Maya yang mungil mulai mengulum batang kontolku.

“Aakhh.. May.. Nikmmaat.. Sekkalii” rintihku.

Tanganku menekan dalam-dalam kepala belakang Maya, utnuk memudahkan bergerak maju mundur dan ketika kontolku benar-benar terlean dalam mulut Maya, kenikmatan yang luar biasa aku rasakan ketika ujung kontolku menthok pada dasar mulut Maya.

“Sss.. Maayy.. Uhh” aku mendesah kenikmatan.

Maya tidak mempedulikan desahan, rintihan dan eranganku, wanita itu denagn buasnya mengulum, menjilat, mengocok dan mengoral batang kontolku.Sampai aku tidak kuat berdiri. Setelah Maya puas dengan aksinya, Maya bangkit dari posisi pertama yang sebelumnya jongkok di bawah selangkangan aku.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Kesempatan ini tidak aku sia-siakan untuk mendorong tubuhnya sehinga tubuh Maya terduduk di kloset. Aku langsung jongkok dan membuka kedua pahanya yang putih. Lubang memeknya yang memerah dan disekelilingi rambut-rambut yang begitu lebat. Aroma wangi dari lubang kewanitaannya, membuat tubuhku berdesir hebat.

Tanpa menunggu lama lagi, lidahku langsung aku julurkan ke permukaan bibir memek.Tanganku bereaksi untuk menyibak rambut yang tubuh disekitar selangkangannya untuk memudahkan aksiku menjilati memeknya.

“Sss.. Dandyy.. Nikmaat sekali.. Ughh” rintih Maya.

Tubuhnya menggelinjang, sesekali diangkat menghindari jilatan lidahku di ujung clitorisnya. Gerak tubuh Maya yang terkadang berputa-putar dan naik turun, membuat lidahku semakin berani menghujam lebih dalam ke lubang memeknya.

“Daanndy.. Gilaa banget lidah kamu..” rintih Maya.

“Terus.. Sayang.. Jangan lepaskan..” pintanya.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Lidahku bergerak keluar masuk dalam lubang memeknya, sesekali aku memancing clitorisnya untuk segera keluar dari persembunyiiannya.Paha Maya dibuka lebar sekali sehingga memudahkan lidahku untuk menjilat, mengulum, dan sesekali menghisap dalam-dalam clitorisnya.

Aku perhatikan Maya merem melek menikmati nakalnya lidahku dan sesekali aku perhatikanl, wanita tersebut mengigit bibir bawahnya seakan menahan rasa nikmat yang bergejolak di hatinya.

“OOhh.. Dandy, aku nggak tahan.. Ugh..” rintihnya.

Semakin Maya merintih, mendesah dan mengerang, semakin membuat nafsuku bergejolak. Sampai aku rasakan beberapa cairan yang terasa asin, dan aku semakin bernafsu untuk menjilatinya.

“Danddy.. Danddyy.. Ooogghh..” Maya merintih panjang.

Dibarengi dengan tubuhnya yang kejang-kejang, dan terasa pahanya menggapit kepalaku dengan kencang. Jari nya yang lentik meremas rambutkuyang sedikti gondrong. Maya terpejam sejenak menikmati lelehnya cairan yang meluber dari lubang memeknya, lidahku tiada henti menerima luapan cairan bening yang wangi tersebut.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Seakan-akan aku tidak peduli dengan orgasme yang didapat Maya pertama kalinya. Dan ketika aku rasakan cairan tersebut sudah bersih, aku membimbing tubuh Maya yang masih lemas. Aku mendekap tubuh Maya dari belakang, kami berdua menghadap cermin.

“Ohh.. Dandy..” Maya mendesah ketika lidahku mulai menyentuh bagian belakang telinganya.

Tangannya menggapai leherku, dan tanganku sepontan meraih buah dadanya dari belakang. Dengan sentuhan yang sangat halus, pantatnya yang sintal bergerak memutar di gesekan batang kontolku yang dari tadi masih tegang. Jari telunjuk kananku bergerak menggesek clitoris Maya yang sduah mulai basah kembali.

“Danddyy..” Maya kembali mendesah.

Peralahan aku mengangkat kaki kanan Maya dan aku sandarkan di wastafel kamar mandi. Sehingga Maya hanya berdiri dengan satu kaki saja, batang kontolku sudah mulai mencari lubang kewanitaan Maya dan sekali hentak.

“Bleesst..” kepala kontolku mengoyak memek Maya.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

“Aowww.. Giillaa.. Besaar sekali Dan.. Punya kamu” Maya merintih.

Perlahan aku bergerak maju mundur di lubang memek Maya, sampai akhirnya aku merasakan cairan yang cukup di lubang memek Maya.

Sekali tekan “bless” seluruh batang kontolku masuk dalam lubang senggama Maya dan bersama dengan itu, tubuh Maya sedikit terangkat.

“Hekk.. Danndyy.. Nikmatt sekalii.. Oooh” Maya merintih kembali.

Gerakan maju mundur pinggulku membuat tubuh Maya menggelinjang hebat dan sesekali memutar pinggulnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa di batang kontolku.

“Danddy.. Jangan berhenti sayang.. Oogghh” pinta Maya.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Nampak jelas di cermin aku lihat wajahnya yang begitu menikmati tusukan batang kontolku semakin menjadi. Aku merasakan sekali ujung kontolku bergerak masuk sampai di ujung kemaluan Maya. Wanita tersebut menggoyang kepalanya kekanan dan kekiri seirama dengan kontolku yang menghujam dalam pada lubang kewanitaannya.

Kedua tanganku meremas kedua bukit kembar Maya dan sesekali membantu pinggul Maya utnuk berputar-putar.

“Danddy.. Kamu.. Memang.. Jagoo.. Ooohh” tangan Maya bersandar di cermin sedangkan kepalanya bergerak ke atas kebawah, kesamping kiri kanan seperti orang yang lagi triping.

Beberapa saat kemudian Maya seperti orang kesurupan dan ingin memcau birahinya sekencang mungkin. Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Maya semakin liar. Tempo yang semula tinggi dengan spontan aku kurangi sampai seperti gerakan lambat, sehingga centi demi centi batang kontolku terasa sekali mengoyak dinding memek Maya.

“Danddy.. Terus.. Sayangg.. Jangan berhenti..” Maya meminta.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Permainanku tersebut benar-benar memancing birahi Maya untuk mencapai kepuasan birahinya. Sesaat kemudian, Maya benar-benar tidak bisa mengontrol birahinya. Tubuhnya bergetar hebat.

“Danddyy.. Aakuu.. Kelluuarr.. Aaakkhkhh.. Goyang sayang” rintih Maya.

Gerakan kontolku seperti goyangan anisa bahar yang patah-patah, membuat birahi Maya semakin tak terkendali.

“Dann.. Ddy.. Aaammppunn” rintih Maya panjang.

Bersamaan dengan rintihan tersebut, aku menekan kontolku dengan dalam hingga mentok dilangit-langit memek Maya. Aku merasakan semburan cairan membasahi seluruh batang kontolku.

“Creek.. Crek.. Crek..” suara kontolku masih bergerak keluar masuk di lubang memek Maya.

Aku semakin tidak peduli dengan Maya yang sudah mendapatkan kedua orgasmenya, karena aku sendiri lagi berusaha untuk mencari kepuasan birahiku. Perlahan, aku turunkan kaki kanan Maya yang pada posisi pertama aku naikkan ke atas wastafel.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

Posisi Maya, sekarang sedikit menungging dengan posisi berdiri. kontolku yang masih tertancap pada lubang memeknya langsung aku hujamkan kembali ke lubang memek Maya.

“Ohh.. Dandyy.. kamu.. memang.. ahli..” kata Maya sambil merintih.

“May.. memek kamu memang asyik banget” pujiku.

“Kamu suka minum jamu ya kok masih seret?” tanyaku.

Maya hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya menikmati tusukan kontolku yang tiada hentinya. batang kontolku terasa dipijat oleh memek Maya dan hal tersebut menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Permainan sexku benar-benar bisa diterima Maya karena ternyata wanita tersebut bisa mengimbangi permainan aku.

Sampai akhirnya aku tidak bisa menahan kenikmatan yang mulai tadi sudah mengoyak birahiku.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante Maya – Beha Ajaib.

“May.. Aku mau.. Keluuar..” kataku mendesah.

“Aku juga sayang.. Oooh.. Nikmat terus.. Terus..” Maya merintih.

“Dandyy.. Keluarin didalam.. Aku ingin rasain semprotan kamu..” pinta Maya.

“Iya May.. Ooogh.. Akakhh..” rintihku.

Gerakan maju mundur dibelakang tubuh Maya semakin kencang, semakin cepat dan semakin liar. Kami berdua berusaha mencapai puncak bersama-sama.

“Danddy.. Aku.. Aku.. Nggaak kkuaat.. Aaakhh” rintih Maya.

“Aku juga May.. Oohh.. Maayy” aku merintih.

Keperkasaanku Mengalahkan Nafsu Tante MayaBeha Ajaib.

“crut.. Crut.. Crut..” spermaku muncrat membanjiri memek Maya.Karena begitu banyaknya spermaku yang keluar, beberapa tetes sampai keluar dicelah memek Maya. Setelah beberapa saat kemudian maya membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan tubuhku.

“Dandy ternyata Via memang benar, kamu jago banget dalam urusan sex. Kamu memang luar biasa” kata Maya merintih.

“Biasa aja kok Mbak, aku hanya melakukan sepenuh hatiku saja” kataku merendah.

“Kamu luar biasa..” Maya tidak meneruskan kata-katanya karena bibirnya yang mungil kembali menyerang bibirku yang masih termangu.

Agen PokerAgen Domino99Agen Capsa SusunAgen AduQAgen BandarQAgen Bandar PokerAgen Sakong

Tanpa terasa kami berdua sudah naik di dalam bathup, kami mandi bersama. Guyuran air di pancuran shower membuat tubuh Maya yang molek seperti bersinar diterpa cahaya lampu yang dipancarkan ke seluruh ruangan tersebut. Dengan halus, aku menuangkan sabun cair dari perlengkapan bag shop punya Maya.

Aku menggosok-gosokkan sabun ke seluruh tubuh Maya, sesekali jariku yang nakal memilin punting Maya.

Judi PokerJudi Domino99Judi Capsa SusunAgen AduQJudi BandarQJudi Bandar PokerJudi Sakong
“Ughh.. Danddy..” Maya merintih dan bergetar saat aku permainkan puntingnya yang memerah.

Untuk yang kesekian kalinya, kami berdua berburu kenikmatan. Dan entah sudah berapa kali Maya seorang wanita yang sedang butuh kehangatan mendapatkan orgasme. Kami memburu kenikmatan berkali-kali, kami berdua memburu birahinya yang tidak pernah kenyang.

Keris99 Agen Judi Bandar66 Sakong BandarPoker BandarQ AduQ CapsaSusun Domino99 Poker Terpercaya Indonesia
Keris99 Agen Judi Bandar66 Sakong BandarPoker BandarQ AduQ CapsaSusun Domino99 Poker Terpercaya Indonesia

Beha Ajaib

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep