Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain
Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Cerita Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain berawal dari kuakui sejak masih duduk dibangku SMA aku sangat terobsesi dengan sex dan itu semakin menjadi sejak aku kuliah disalah satu universitas swasta yang ada di kota Madiun. Dari awal, aku sudah berniat untuk bertualang… saat itu karena terburu-buru dan banyak tempat kost yang udah penuh akupun asal aja dalam mencari tempat kost….

Aku nge-kost diperkampungan yang lumayan jauh dari kampus, tepatnya dirumah Pak YT (inisial) yang merupakan paman dari temanku Sheila (nama samaran) yang baru aku kenal pagi harinya saat daftar ulang. Singkat cerita setelah tiga hari masa orientasi selesai, dikampus belum ada kegiatan dan aku putuskan untuk lebih mengenal Madiun.

Sheila hampir selalu menemaniku walau gak pernah berangkat bareng dari rumah alias ketemu di jalan walau rumahnya disebelah kostku. Satu minggu berlalu akupun semakin akrab dengan Sheila yang bertubuh bohay, sensual, berkulit putih mulus dan yang pasti berwajah cantik… mantap banget buah dadanya kaya Fivey.

Saat itu aku mengajak Sheila pergi ke Telaga Ngebel, menikmati alam dan buah duriannya. Seminggu aku rasa cukup untuk PDKT dan aku putuskan untuk menembaknya…

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“Sheil…. walau baru kenal, aku nyaman didekatmu dan kalau boleh aku ingin selalu didekatmu untuk lebih mengenalmu…. maukah kamu menjadi pacarku????” Tanyaku ungkapkan rasa hati

Sheila sangat terkejut mendengar ucapanku bahkan sampai tersedak durian.

“apa….. kamu bercanda kan, kita kan baru kenal??” Jawabnya balik bertanya.

“justru itu… dengan pacaran kita bisa lebih saling mengenal” jawabku coba meyakinkannya.

Wajah Sheila mendadak menunduk dan dengan sedikit menghela nafas dia menjawab,

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“maaf Dith…. aku sudah bertunangan…. sambil menunjukan cincin yang ada di jari manisnya”.

“ooo… udah tunangan ya? Kok kamu gak pernah cerita?? Aku pikir dengan kamu selalu menemaniku begini…. kamu nyaman ama aku” jawabku dengan nada kecewa.

“mungkin kalau kamu kenal aku dari 2 bulan yang lalu, aku bisa menerimamu…. sebenarnya hati kecilku juga mengiyakan…. kita temenan aja ya?” Jawabnya

“maksudmu… sebenarnya kamu mau….

“udah sore, ayo pulang yuk???!!!” Ajakannya memotong kata-kataku.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Kami pulang dengan tak banyak bicara, bahkan terkesan kaku dan membeku tidak sehangat waktu kami berangkat. Kring…. kriiing… kriiing….. Hpku berbunyi, ternyata telpon dari sheila tapi gak aku terima bahkan SMS juga sengaja gak aku bales. Jam sudah menunjukan angka 11 malam, aku berniat ke kamar mandi baru kemudian melanjutkan tidur lagi.

Tapi aku sangat terkejut saat mendapati seorang wanita setengah telanjang berada dikamar mandi dengan pintu terbuka. Kami saling menatap tak berkedip, tanpa kusadari kontolku bergerak-gerak dibalik sarungku tanpa CD. Perlahan dia beranjak dari duduknya dan melangkah pergi…

“Maaf… aku takut sendirian, makanya gak aku tutup…. kamu Adith kan????”

Aku bengong tak menjawab pertanyaanya…. dan dia berlalu dengan cepatnya!!!!!

Semaleman aku dibuat penasaran, siapa dia? Pak YT kan duda???? Pertanyaan itu memenuhi kepalaku, ditambah lagi melihat tubuh setengah telanjang dengan wajah santainya…. pahanya, bodinya dan memeknya (walau gak jelas).

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Keesokan harinya aku di panggil pak YT untuk dikenalkan dengan adik terakhirnya, namanya Vivi tapi dia sudah 7tahun tinggal di Samarinda ikut kakaknya yang pertama.

“ooyaa…. kalau gak masuk kuliah, anterin Vivi ke Sarangan ya? Pinta pak YT.

“iya pak… aku langsung mengiyakan permintaanya walau sebenarnya ini hari pertama masuk.

Satu jam kemudian aku dan Vivi berangkat dari rumah,…

“sheil… sheila ayo ikut ke Sarangan… temani aku” teriak Vivi dari dalam mobil.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Akhirnya Sheila ikutan masuk mobil dan kamipun berangkat.

“maaf ya Vi…. yang semalem, aku gak sengaja….” kataku membuka obrolan.

“iya gak apa, lagian salahku juga gak menutup pintu….” jawab Vivi

Agak bingung sheila bertanya “kalian ngomong apa sih??”

“ahh… itu lho Sheil, dari kecil aku kan takut gelap dan sendirian diruangan jadi aku pipis gak nutup pintu….. gak sengaja Adith juga mau ke toilet… jadi ya,,,,,”

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“ngintip kamu ya????” Celetuk Sheila memotong

“gak ngintip, tapi emang udah kelihatan kali…. tanya aja Adith….” jawab Vivi seenaknya.

Aku lihat dari kaca wajah Sheila mendadak berubah, seperti ekspresi orang cemburu. Sesampainya di Sarangan, kondisinya tidak berubah terutama aku dan Sheila, kami gengsi menyapa duluan. Aku pun lebih dekat dengan Vivi, bahkan dengan cuek Vivi menyuapin aku makan… wajah Sheila memerah menahan cemburu, aku tahu itu.

Aku sengaja semakin bersikap mesra pada Vivi…. bahkan terang-terangan mengajak Vivi jalan….

“Vi… ntar malem temani aku ya???” Pintaku

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Kemana, berdua aja?” Jawab Vivi seperti sengaja membantu aku membakar hati Sheila.

“ke Fire Club???” Jawabku agak ragu, karena saat itu aku belum tahu pasti Fire itu Diskotik atau apa…

“asyik tuh, lama banget aku gak pernah gituan….” jawab Vivi

Dan benar saja, malam itu kami minum-minum sampai mabuk… dan pulang dengan berjalan gontai saling berpelukan. Samar-samar kulihat ada bayangan Sheila sedang mengamati kami dari balik korden jendela kamarnya. Aku makin erat melingkarkan tangan ke pinggang Vivi dan terus melangkah menuju kamarku….

aku udah mabuk, yang ada di otakku hanya tidur bersama Vivi… tanpa berpikir salah benar atau takut ketahuan pak Yt. Sengaja aku nyalakan lampu kamar, agar Sheila bisa melihat bayangan kami dari balik korden. Jujur aku juga sangat heran dengan Vivi yang gampangan dan seperti terbiasa…..

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“ah… masa bodoh…. yang penting happy…. pikirku dengan penuh nafsu….”

Aku lingkarkan tanganku di pinggangnya sambil menciumi lehernya, dadanya yang masih terbungkus tanktop dan menggigit-gigit lehernya…..

“Aaaaaaaaaaaggggggggghhhhhhhh…..” Vivi mendesah panjang.

Diapun membalas dengan ciuman bertubi di leherku dengan tangan mengelus-elus perutku….

“HHhhmmmmmmmm….. geli banget Vi, enaaaakkkk..” bisikku ke telinganya.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Kami saling melucuti pakaian, dari baju hingga celana dan akhirnya kami bugil…. dengan cepat disambarnya kontolku dengan tangan kananya dan mulai mengulum, menjilat, menggelitik dan mengocok kontolku dengan mulutnya.

“Ooohhhh…. aaahhhh…. uuuhhhhh…..” aku mendesah tak tentu menikmati perlakuannya.

Aku juga tak mau kalah, aku remas kedua toketnya dengan kedua tanganku, sambil menghisap putingnya… kami mabuk alkohol dan mabuk birahi. Aku buka jendela kamarku dengan niat agar Sheila lebih jelas melihat kami bergumul melepaskan satu-persatu pakaian kami, hingga tidak tersisa….

“aku karaoke ya?” Kata Vivi sambil menyambar kontolku dengan kasar, seakan tak sabar menikmatinya. Dan benar saja, kontolku diposisikan seperti layaknya mikrofon…. sambil dia menyanyikan lagu wajib ML….

“aaaahhhh….. hheeeemmmmm… emuach…. mmmmmm….” dengan iringan suara becek dari mulutnya.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“OOOouuuuuuhhhhgggg… nikmat banget Vi, aku tak tahaaannn geliiiiiiiiiiii…..” aku jambak rambut Vivi dan memaksanya untuk berdiri….

kami berciuman, dengan bibir saling menghisap dan lidah memilin…. Crub… cruuuubb….. suara sedotan kami mengusik keheningan malam. Aku remas kedua toge Vivi yang keras dan bulat…..

“Uuuuuuhhhhhh…..” desahnya.

aku cium dan gigit lehernya, sambil terus meremas togenya dengan penuh nafsu dan gemes.. emuach…. emuaaaaaccchh….. emuaaacccchhh …. menyusuri perutnya…. hingga sampai ke memek Vivi yang sudah becek…. aku semakin liar, seakan alkohol dalam tubuhku membakar birahiku….
dengan penuh semangat dan tanpa jijik, aku masukan lidahku kedalam memeknya, meliuk, menari dan menggelitik klitorisnya layaknya sebuah tombool sekali sentuh klitoris itu langsung memaksa tubuhnya bergerak mengejang dengan desahan yang semakin hot dan panjang.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh…. aaaaaaaaaaaahhhh”

dengan dua buah jari aku langsung mengocok memeknya dengan cepat. “cepaaaattttt…. teruuuuuussssss…..” tanpa ampun hingga bibirku tersemprot oleh letupan orgasmenya…..

“Aaaaaaaaaahhhh….” dia menjepit wajahku dengan kedua pahanya.

Dia pun mengambil posisi nungging dan berpegangan dijendela.

“Dith… masukin aja, aku gak tahan lagi….”

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“iiiiyyyyyyaaaa…. aaaahhhhh Vi….. aku masukin” jawabku

ZLEB…. ZLEEBB… ZLEEEEBBBBB….. ZLLEEEE…. EEEEEB BBBBB… Aku langsung masukkan semua kontolku dengan hentakan keras dan langsung menggoyangnya, seketika itu tubuhnya melonjak-lonjak mengikuti irama goyanganku.

“OOOOOOHHHHH….. NNIIIKKMMMMAAAATTTTT…..” desahnya sambil memegangi togenya yang bergerak liar seperti bola bowling…

“.. uuuuuhhhh Diiiiiittthhhh….”

“aku keluar lagi….. lagiiiii….” mungkin karenaa kontolku yang gede menyumpal dan menyentuh penuh dinding memeknya dia jadi mudah orgasme…. kurasakan semprotannya sampai 8 kali, aku angkat sebelah kakinya dan mengoyangnya lagi dan lagi…. plak… plakk… plaaaakkkk…. suara pantatnya semakin membuat aku bersemangat…..

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Dengan hanya bertumpu dengan satu kaki… tubuhnya semakin bergerak tak tentu…. goyah dan payah menyangga besarnya nikmat yang diterima… hingga tubuhnya pun terjatuh ke lantai….

“Ampun dith…. jangan cepat-cepat….. aku gak kuat….. sambil merangkak….”

Tanpa ampun aku menusuk memeknya dari belakang ZLEEEEEEEEEEBBBBBBBBBB…..

Aku goyang lagi dan lagi sambil menjambak rambutnya biar tidak melepaskan kontolku dari memeknya dan sekitar 10menit kemudian tubuhnya mengejang tanpa kendali.

“aaahhhh…. aahhhh,….. uuuuhhhh….. oooooooooooohh hhhhh…..” jeritannya disertai semprotan orgasme yang ketiga.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“Aaaaddduuuhhhh…. Dith…. kok kamu belum keluar juga sih….” rengeknya.

“sebentar lagi Vi…. kamu aja yang terlalu cepat” jawabku sambil menggendong tubuhnya ke kasur.

Aku terlentangkan tubuhnya dan menarik kedua kakinya keatas, kearah dadaku dan ZLEEEBBB…. ZLEEEE… … EEBBBBBBBBBB… aku goyang lagi dan lagi…. plak…. plak…. plaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk… … pantatnya tertabrak pahaku. Dengan berpegang pada togenya aku semakin menggenjot goyanganku….

“Aaahhhh…. aaahhhhh ampuuun dith… kontolmu Dith…. enak banget…. aku gak kuat…. cepetan keluarin….”

Vivi yang terpengaruh alkohol bicara tak tentu mencoba melepaskan kontolku, aku angkat pantatnya keatas dan memeganginya dengan kuat, hingga hanya menyisakan kepala dan pundaknya di kasur, jepitan pantatnya sangat nikmat.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“Aaaaaaaahhhh….. sebentar lagi Vi….. aku hampiiiiirrr…” CROT…. CROOOOTTTT….. CROOOOOTT TTT….. belum selesai aku ngomong, spermaku menyemprot deras kedalam memeknya….

Akupun menjatuhkan diri diatas tubuhnya… “brruuuughhh…”

“Aduuu… uuuhhh…… kenapa kamu keluarin didalam??? Aku pengen melumatnya…..”

Akupun membalikan badan “tuh masih ada sisanya…..”

Vivi dengan ganasnya menjilat dan menyedot sperma yang tumpah ke sprei dan kemudian mengulum kontolku sampai-sampai tak ada sedikitpun sperma yang tersisa di kontolku.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“Uuuuuhhhhh…. nikmat banget Vi… hisapan kamu mantap!!!” Pujiku sambil membelai rambutnya.

“Heeemmmmmmm….. kontol kamu juga nikmaaaatttt…. tubuhku sampai mengejang tau…. nih memekku terasa ngilu…. kesemutan gimana gitu….” jawabnya.

Akhirnya kami pun terlelap, pagi harinya akupun buru-buru bangun dan siap-siap ke kampus, aku lihat Vivi masih tertidur dengan lelap dan aku tak tega membangunkannya. Siang harinya, Sheila menemuiku di kantin kampus dengan ekspresi wajah cemburu, marah, sebel…. pokonya campur aduk dech.

“semaleman ML pasti kecapean ya??? Sampai mata merah gitu…. Vivi mana, masih kamu umpetin dalam kamar?” Tanya Sheila bertubi-tubi, tapi aku diamkan aja tanpa jawaban dan malah gak jawab.

“kenapa sih harus dengan Vivi??? Emang gak ada cewek lain??? Dia itu cewek gak bener, lihat kan kami sebaya…. tapi Vivi tante aku, aku gak mengakuinya…. dia anak haram”.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Tanpa menjawab akupun meninggalkanya dan menuju parkiran…. dan sesuai harapan Sheila mengejar aku dan ikut masuk kedalam mobil.

“Kenapa ikut???” Tanyaku

“ayo cari tempat yang enak buat ngobrol….” ajaknya Sheila.

Akupun melaju mengikuti jalan yang diarahkan Sheila hingga kami sampai ke Dungus. Kami berhenti ditengah hutan dan mengobrol panjang lebar, hingga…

“Vivi tau banget Kamu Tipe Cowok Impianku Dith, makanya dia ingin merebutmu dariku….” kata Sheila mengejutkan aku.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“maksudmu…..?” belum selesai bertanya Dia langsung menciumku dengan penuh mesra….

“EMUAACH….. ”

“Berikan aku lebih dari apa yang kamu berikan pada Vivi” bisiknya dengan nafas yang mulai tak tentu.

Akupun langsung mengajaknya ke kursi belakang dan duduk mengakangi pahanya, aku cium bibirnya dengan penuh nafsu dan langsung melepaskan satu persatu kancing bajunya yang sudah mulai sesak karena toge yang perlahan membengkak.

“kamu ingin Lebih nikmat kan???” Bisikku sambil melumat daun telinganya.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“heem….” jawabnya singkat

Tapi ada syaratnya Sheil,… “terserah aja Dith, dari semalem aku sudah horny banget kamu panas-panasin…..”

Akupun mengikat keatas dua tangan Sheila “kok diikat gini, kamu mau apa?” Tanya Sheila.

“tenang aja… aku akan memberikan kenikmatan yang bebeda…. dengan mata tertutup kamu akan mendapatkan Surprise disetiap detiknya..” kataku sambil menutup matanya dengan sapu tanganku. Setelah itu akupun melepaskan seluruh baju tanpa sisa….. dan memasukan Cdku ke mulutnya biar dia tidak bersuara keras….. Sheila agak terkejut dan coba berontak….

“maaf Sheil aku Cuma gak mau suaramu terdengar orang” kataku menenangkannya.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Aku langsung mencium dan menghisap lehernya Sheila….. cup… cup… cuppp… emuah. Aku mainkan tubuh Sheila sesuka hatiku, aku gigit lehernya sambil meremas toketnya yang seukuran 36B itu dengan keras…. tubuh Sheila mulai berontak menerima kegelian dan kenikmatan tanpa bisa membalasnya.

Aku hisap puting coklatnya dengan kuat sambil terus meremas yang sebelahnya tanpa sepengetahuanya aku ambil “vibrator” dari dalam laci, sesaat kemudian, aku nyalakan Vibrator Capsule (VC) dan menempelkanya mengelilingi bibir memeknya, seketika itu kedua kakinya bergerak liar coba mengurangi nikmat yang aku beri.

“Hhmmmmm….. mmmmm…. uuummm…. eemmmmm…..” Sheila hanya bisa bergumam karena mulutnya masih tertutup.

Aku pun tak henti-hentinya memainkan togenya, menghisapnya dan menggelitiki dengan lidah dan sheila semakin mengerang, tubuhnya mengejang dan keringat yang bercucuran, aku masukan VC maju mundur kedalam memeknya, aku kocok-kocok, aku putar-putar terus dan teruuuusss.

Tubuh Sheila terlihat mulai melemas, desahanya lirih terdengar.. “uuuhhmmmmmm….. mmmm..” akupun kasihan melihatnya dan melepaskan sumpalan dimulutnya….

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“aaaaaagggghhhhh… jahat kamu Dith, kenapa kamu lakuin ini…..” kata Sheila dengan nafas terengah-engah.

“maaf Yank…. tapi dengan begitu nikmatnya utuh kan???” Kataku….

“iyaa…. yaaa… tapi seluruh tubuhku seperti terbang Dith…. cepat masukin, sekarang juga…..” Sheila merengek manja….

Aku arahkan ujung kontolku ke arah memeknya, menggesek-gesekan ke memeknya dan sedikit demi sedikit masuk…. masuuukkkk…. maju-mundur….. lebih dalam….. dan dalaaammm.

ZLEEEEBBBBB….. “aaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh…” Sheila meendesah panjang seiring tusukan kontolku kedalam memeknya yang sudah sangat amat becek, karena 2 kali nyemprot…..

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“Dithh…. sssaaaa….. ssaaaakiiiiiiiiiiitttttttttt t…. pelan…. peelllllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn … OOOOOOoouuuuuggggghhhh….. UUUuuuuuhhhhhhhhheeemmmmm….” Desahan panjangnya menjadi tanda kontolku telah mengoyak selaput dara Sheila…..

“masa sih… masih perawan????” Aku terkejut dan tak percaya melihat itu, tapi emang kenyataanya begitu…. gumamku dalam hati.

Aku semakin menggenjot gerakanku…. SLUP…. SLUUUPPP…. SLUUUUUUPPPP…..

“Dith lepasin tanganku dong…. sakit nich…”

Sheila memohon dengan mata terpejam, menahan kenikmatan yang menumpuk di memeknya dan akhirnya aku melepaskan ikatannya, tangan itupun langsung menjambak rambutku dengan kuat…

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“Dith…. aku mau nyemprot nich…..” kata Sheila.

“tunggu bentar yaaa…. kita semprotin bareng-bareng…” jawabku sambil mempercepat laju kontolku..

Aaaaaaaaahhhhhhhh… …. aaaaaaaaaaaaggggghhh hhh….. satu… duuuaaaaaaa… tiiiii….. gggaaaaaaaa aaaaaa… CROT…. CROOOOOTTTTTT… kami saling menyemprot dan berpelukan dengan erat….. tubuh kami lemas tanpa daya…..

Setelah beberapa saat mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ada, kami merapikan pakaian kami dan pulang, kejadian ini menjadi awal yang indah untuk “petualangan-baruku” di Kota Gadis. Hampir setiap malam dan sepulang kuliah kami bersama berbagi nikmat dan syahwat. Hingga 2 bulan kemudian, karena Sheila akan dinikahkan dengan pilihan orangtuanya.

Akupun mundur teratur dan memutuskan untuk pindah kos, setelah berhasil memikat dan menikmati anak ibu kost, gejolak nafsuku semakin menggebu beriringan dengan meningkatnya kepedean dan kenekatanku. Targetku selanjutnya adalah Regina yang biasa dipanggil mbak Gina, orangnya cukup tinggi sekitar 170cm, BH 36B, badan bohay dan kulit putih…

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Perawakanya seperti artis Sarah Azhari dech. Dia berusia 25 tahun serta mempunyai seorang putri bernama Nania yang baru berumur 1tahunan. Sebenarnya aku ada niat untuk pindah kost ketempat Mbak Gina agar lebih mudah PDKT tapi ternyata khusus tempat kost putri. Tapi aku terus berusaha mencari tahu kebiasaan, kesukaan dan kesempatan yang mungkin bisa aku manfaatkan untuk sekedar mencicipi tubuhnya.

Waktu yang aku tunggu akhirnya tiba, saat itu suami Mbak Gina sedang berada diluar kota tepatnya di Lumajang untuk membangun sebuah rumah sakit dan akupun sempat dititipi untuk menjaga atau sekedar membelikan susu anaknya.

“Dith… ikut nitip ya, kalau susunya habis tolong kamu belikan!” Pinta Mas Yanto.

“iya Mas,…”

“jangan sungkan-sungkan ya Mbak, kalau butuh bantuan bilang aja… kita kan bertetangga” sambungku pada Mbak Gina.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Sepeninggal Mas Yanto pergi bekerja, otomatis hanya ada seorang ibu muda dan balita yang ada dirumah maklum tempat kostnya berada diseberang jalan dan kurang dekat walaupun yang ngekost cewek-cewek. Tiga hari berlalu, segala usaha sudah aku coba untuk memancing rasa dan memantik simpatik dan belum membuahkan hasil.

Sempat aku berfikir untuk menyerah karena Mbak Gina sepertinya istri yang setia. Hingga akhirnya pada hari keempat, sekitar pukul 22:30 malam aku terbangun oleh suara tangisan Nania, aku pun langsung berlari menuju rumahnya dan mencari tahu kenapa??? Ternyata cuma terbangun karena kegerahan.

“Dik tolong gendong sebentar ya, soalnya kalau ditempat tidur akan semakin kencang tangisannya…. aku mau masak air bentar untuk membuat susu..” kata mbak Gina.

“iya Mbak, sini coba aku gendong” jawabku

Saat aku ulurkan tangan untuk menggendong tiba-tiba sarungku melorot dan jatuh kelantai, spontan aku merasa malu tapi tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tanganku sudah menggendong Nania.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“maaf Mbak…. bisa pasangkan sarungku gak???” Pintaku dengan malu… …. tanpa menjawab Mbak Gina memakaikan sarung kebadanku dari belakang, saat melipat dan menggulung bagian depan tangan Mbak Gina secara tak sengaja menyenggal CDku yang didalamnya ada kontol yang tegak lurus berdiri (maklum sebelum tidur ngebayangin yang hot-hot dengan mbak Gina).

Sesaat tanganya berhenti seakan menyadari apa yang disenggolnya kemudian memakaikannya kembali. Kenapa aku malu ya? Ini kan bisa memancing birahinya??? Pikirku dalam hati. Sepuluh menit berlalu mbak Gina datang membawa sebotol susu tapi tak kusangka Nania sudah tidur dipelukanku.

“udah tidur mbak…. kasihan kalau dibangunkan lagi untuk minum susu, coba aku tidurkan di kasur ya???” Kataku.

“ya udah coba aja…. trus susunya gimana???” Mbak Gina balik bertanya.

“nanti susunya buat aku aja mbak…. Heeeee tapi gak pakai botol ya?!!!” jawabku sambil bercanda sekaligus memancingnya.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“emang susu yang mana?!” Mbak gina balik bertanya lagi.

Belum sempat aku menjawab, Nania kembali menangis saat tanganku aku tarik perlahan.

“mbak… kelihatanya aku gak boleh pulang nih ama Nania??? Dikira bapaknya kali ya???” Candaku.

“iya kali,…. tapi Nia nangis kalau digendong bapaknya???” Jawab mbak Gina.

Berulang kali kucoba menjauh dari Nania, tapi anehnya dia tahu kalau aku akan pergi. Akhirnya dengan terpaksa mbak Gina menyuruh aku tidur dikamarnya menemani Nia….

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“tolong kamu tidur disini ya??? Biar aku tidur didepan tv aja…. tapi nanti waktu pulangnya jangan sampai ketahuan tetangga!” Pinta mbak Gina.

“iya Mbak….. Horeeee….” teriakku dalam hati

Satu jam berlalu, aku terjaga sendirian tak ada Mbak Gina untuk sekedar obat kantuk…. “Mbak Gina dimana ya, kok gak ada suaranya????” Tanyaku dalam hati.

Akupun mencari akal, aku tarik tanganku dan menggantinya dengan tangan Winnie The Pooh dan ternyata berhasil. Pelan-pelan aku langkahkan kakiku, mencari tahu dimana Mbak Gina tidur. Niat awalku hanya untuk sekedar dekat atau mengintip kalau-kalau ada pemandangan cantik. Dua kamar sudah aku periksa dan tidak ada….

Terlihat lampu kamar mandi menyala tapi kenapa pintunya terbuka??? Tanyaku penuh kebingungan. Aku terus mendekat dan mengendap-endap, hingga aku sangat terkejut melihat Mbak Gina sedang ngewek memeknya dan bersabun ria tengah malam.. Spontan kontolku langsung mengeras dan nafsuku semakin menggebu-gebu melenyapkan batas malu dan ragu.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

Aku buka sweeter, kaos, sarung dan CDku…. kubulatkan tekad dan kuhampiri Mbak Gina yang merem melek ngewek memek….

“aku bantu ya mbak….” kataku sambil memegang dan mengocok-ngocok kontolku yang panjang dengan urat dan otot yang kekar menjalar.

Mbak gina tak berkata apa-apa, rasa malu, terkejut, takut dan nafsu bercampur dengan birahi tinggi, aku pun langsung menyodorkan kontolku didepan mbak Gina yang sedang duduk, tepat didepan mulutnya yang berlilau terbias sinar lampu. Mbak Gina ragu, diam membisu seakan terpaku terhipnotis kontolku….

“wooooww….” kata mbak Gina.

Saat mulutnya terbuka aku langsung mengarahkan kontolku kemulutnya…. aku gesek-gesekan hingga kewajah dan leher…. perlahan tangannya mbak Gina memegang kontolku dan mengelusnya mengurutnya mengocoknya dengan pelan.

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“OOOOHHHHH….. nikmat banget Mbak….. ayo terus jangan berhenti” kataku dengan nada mendesah.

Mbak Gina sangat pandai blowjob, sampai-sampai membuat kakiku gemetar karena nikmat yang teramat sangat. Sepuluh menit kemudian blowjobnya semakin dahsyat hingga kakiku lemas dibuatnya.

“pindah ke sofa aja ya mbak???” Ajakku padanya.

“iya…. ayooo…..” jawabnya singkat.

Kami berjalan beriring dengan bibir saling berpagut dan berpelukan, seakan tak rela bila ada nikmat yang terlepas walau hanya sedetik saja. Sampai disofa mbak Gina langsung mengambil posisi duduk dengan kaki mengangkang membentuk huruf ‘M”. Aku ciumi sekujur tubuh Mbak Gina, bahkan aku selingi dengan hisapan dan gigitan, dari ciuman di bibir, turun ke leher, menghisap toketnya bergantin dikiri dan kanan sambil tangan kananku membelai-belai jembutnya yang yang tumbuh subur disekitar memek tembemnya…

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“Hhmmmm….. aaaahhhhhmmmmm…” Mbak Gina mendesah, tubuhnya bergerak tak menentu. Melihat itu aku semakin bersemangat menggelitik titik-titik G-spotnya terutama disekitar memek tembemnya. Aku jilatin bibir memeknya dan aku kocok-kocok dengan jari telunjukku.

“Aaahhh…. Ooooouughh.. heemmmmmmmmmmm” Mbak Gina semakin mendesah liar sambil menjambak rambutku.

“… Dith….. ayo Dith…. masukin aja, aku udah gak tahan nih” rengek Mbak Gina memohon.

‘iya…. Mbak, tahan sedikit ya…..” jawabku.

Sebelum aku masukkin, kontolku ku gesek-gesekan bibir memeknya….

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“ayooo… doooong masukin, geli bangeeeettt…” kata Mbak Gina memanja sambil menjepit kontolku dengan pahanya.

“iyaaa….. mama Gina Cayaaaang..” jawabku.

Aku masukin ujung kontolku sedikit demi sedikit…. tarik….. dorong….. pelan-pelan dan terus…

“ooooouuuuhhhh….. sesak banget Dith, dua kali punya mas Yanto…. HHmmm…..”

Setelah berulang kali maju-mundur akhirnya kontolku masuk juga, tapi belum sepenuhnya masuk…. aku goyang…. goyaaanngggg… goyang…. terus dan teruuuuuuussss….. ZLEB…. ZLEEEBB… ZLEEEEEE…. EEEEEEEEEEBBBBBBB BBBBB..

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“oouuuuuhhhh….. nikmaaaattt banget mamaaaa…” bisikku lirih.

Memek mama Gina semakin becek dan banjir, licin dan nikmaattttt…

”Oh…. ooooouuuggghhh….. Dith aku mau keluar…. uuuutan uuuhhhhhhh… aaahhhhhhh…”

Kurasakan semprotan hangat dari memeknya….. aku angkat kedua kakinya dan mempercepat goyanganku, semakin dalam dan teruuuussss…..

Toket mama Gina bergoyang-goyang mengikuti irama hentakan kontolku….

“kontol kamu mantap banget Dith…. aku…. akkuuuu….. belum pernah ngerasain yang kayak gini….” kata Mama Gina dengan nafas yang terengah-engah….

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang Lain – Beha Ajaib.

“Ganti posisi ya maaa…. doggy style aja biar lebih mantap” ajakku

Mama Gina pun memutar tubuhnya dan nungging disofa tanpa melepaskan kontolku dari memeknya, isyaratkan bahwa kontolku adalah miliknya. Aku masukan kontolku hingga pangkalnya dan menggenjot goyangan….. PLAK…. PLAK…. PLAAAKKK…. suara becek bercampur dengan suara pahaku menghentak pantatnya.

“Aaahhhh….. ouuuhhmmmmmmmm… … enek banget maaa…..” bisikku lembut sambil berpegangan pada kedua toketnya.
“ayo keluarin bareng ya??” Pinta mama Gina dengan manja.

“iya mamaaaa….. ayooooooo… satuuu…. duuuaaaaa… tigaaaaaa…”

“AAAAAHHHHHHHHH….. CROT…. CROOOOTTT… CROOOOOO TTTTTTTTTTTTTT…”

Berpetualang Dari Satu Lubang Kelubang LainBeha Ajaib.

“OOOOOOUUUuughhhhh….. aaaaaaaaaaaaaaaa…” desah mama Gina merasakan puncak kenikmatan, aku sempat panik, takut ada yang mendengar desahan mama Gina. Aku tutup bibirnya dengan ciuman dan aku gulingkan tubuhnya dalam posisi tidur miring, aku gerakkan kontolku yang masih keras pelan-pelan.

Kurasakan memeknya benar-benar penuh terisi spermaku, begitu hangat menghangatkan kebersamaan kami. Oooohhhhh sungguh nikmat kurasakan, entah mengapa kontolku masih begitu keras bahkan ingin terus menggoyang memek mama Gina sampai pagi.

“maa…. lanjut yuuuk???? Masih tegang nih….” bisikku ke telinga mama Gina…..

“… sama aku juga masih pengen, tapi perutku sakit banget….” rengeknya mama Gina.

“kontol kamu gede n panjang banget…. masih ada 4hari sebelum Mas pulang, asal aman kita bisa mengulangnya semau kita…..” sambungnya dengan kata yang mesra.

Tak terasa kami ketiduran disofa, berpelukan tanpa sehelai baju dan kontol yang masih menancap kuat di memeknya. Hingga menjelang subuh, kami dibangunkan oleh tangis Nania. 4 hari rumah mbak Gina bagaikan Surga dan kami adalah Adam dan Hawa yang sedang dimabuk cinta (terlarang) bahkan berbulan madu.

Bahkan dihari terakhir sebelum suaminya datang, sepulang kuliah aku langsung menghampirinya dan otak kami dipenuhi sex, sex dan sexxx hingga pagi menjelang kami benar-benar hypersex yang tak pernah terpuaskan. Tiga hari saat suaminya dirumah, aku sangat tersiksa, ada cemburu di hatiku.

Sangat sakit dan ini dirasakan juga oleh Mbak Gina, memeknya mati rasa saat dientot suaminya, hatinya menolak bahkan dia sempat berfikir sedang “diperkosa” suaminya. Setidaknya itulah yang diceritakan mbak Gina kepadaku. Perasaan kami sangat dalam, namun karena resiko “selingkuh” yang terlalu tinggi karena kostku disamping rumahnya dan udah kenal baik dengan suaminya….

Aku berniat mundur teratur tapi Mbak Gina menolaknya bahkan meminta suaminya untuk membujuk aku agar tinggal dikostnya gratis dengan alasan aku sudah dianggap adiknya Mbak Gina. Tapi aku tetap menolaknya dan terpaksa pindah kost lagi yang bertepatan dengan libur semester.

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Beha Ajaib

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep